Main Area

Main

Polres Mimika Rilis Capaian Kerja 2018

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto/ Foto : Istimewa

TIMIKA , TABUKANews.com - Memasuki penghujung akhir tahun 2018, Polres Mimika merilis capaian kerja tahun 2018 terkait situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di lingkup Polres Mimika sepanjang tahun 2018. Kegiatan ini bertempat di ruang rapat kantor pelayanan Polres Mimika Sabtu (29/12/2018) yang di pimpin oleh Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.
 
Kapolres Mimika Agung Marlianto menyebutkan, kasus menonjol selama tahun 2018. Data konflik sosial yang terjadi periode tahun 2018 sebanyak 1 kasus. Kasus tersebut di latarbelakangi aksi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini terjadu pada tanggal 12 Novemver 2017 bertempat di area cek point (CP) 28. Korbannya bernama Dedi Kiwak (28).

"Akibat aksi tersebut berujung aksi bentrok antar kelompok atas/bawah dengan kelompok tengah. Dalam bentrok antar kelompok ini mengakibatkankirban luka-luka maupun meninggal dunia dari kedua kelompok," ujar Agung.

Dalam aksi ini, lanjut Agung, korban meninggal dunia dari kelompok atas/bawah sebanyak 6 orang dan korban luka-luka sebanyak 1 orang. Sedangkan korban meninggal dunia dari kelompok tengah sebanyak 6 orang dan korban luka sebanyak 11 orang.

"Langkah kepolisian untuk menekan dan mengantisipasi aksi bentrok antar kelompok, pihak kepolisian melakukan kegiatan razia sajam  berupa panah terhadap kedua kelompok. Dalam razia tersebut  kami menyita busur sebanyak 74 buah, anak panah 715, serta sakjam sebanyak 9 buah," jelas Agung.

Dalam mencari solusi perdamaian kata Agung, Polres Mimika melaksanakan kegiatan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi perdamaian terhadap kedua kelompok yang bertikai.
 
Dalam koordinasi ini, akhirnya dilakukan perdamaian pada tanggal 18 April 2018 yang di pimpin oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Kasus ini akhirnya selesai setelah kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menghentikan perang," kata Agung.

Selain konflik sosial tersebut, Agung menambahkan  kasus menonjol lainnya berupa aksi penembakan sebanyak 12 kasus yang terjadi di area kerja PT Freeport Indonesia. Dalam kejadian tersebut menimbulkan korban luka luka sebanyak 3 orang dan korban meninggal dunia sebanyak 1 orang yang nerupakan personil dari TNI AD.

Kasus menonjol lainnya, berupa aksi pemalangan yang dilakukan oleh pendulang sebanyak 13 kasus. Aksi ini dilatarbelakangi permasalahan pendulang yang tidak dapat menjual hasil dulang.

"Faktor penyebab lainnya terkait permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terkait laka lantas dan pembayaran insentif guru-guru honorer," ujar Agung.

Selain kasus menonjol tersebut, Kapolres juga menyampaikan dsta pelanggaran personel Polres Mimika selama tahun 2018. Sepanjang tahun 2018 data pelanggaran personel polres Mimkka sebanyak 16 personel. Ke 16 personel tersebuy sudah dilakukan pelaksanaan sidang displin. Adapun jenis pelanggaran anggota tersebut antara laian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), meninggalkan dinas, Miras, pungli, dan tahanan kabur.

"Yang kami sampaikan ini merupakan data dari propam. Semua personil yang terlibat kasus sudah dilaksanakan sidang displin," tambah Agung. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika