Main Area

Main

Polres Mimika Musnahkan BB Narkoba Jenis Sabu 16,69 gram Gram

Pemusnahan BB jenis sabu/ Foto: Tim/Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika, Senin (30/9) melaksanakan pemusnahan Barang Bukti (BB) narkoba jenis sabu seberat 16,69 gram gram.

Proses pemusnahan tersebut  dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH didampingi Perwakilan dari Kejaksaan dan beberapa Perwira di jajaran Polres Mimika yang digelar di halaman Sentra Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cendrawasih, Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK. MH mengatakan, narkotika jenis sabu merupakan barang terlarang sehingga harus dimusnahkan dan disisihkan untuk pembuktian di pengadilan.

"Pemusnahan BB sabu yang sudah berhasil kita ungkap beberapa waktu lalu, ini bagian dari proses penyidikan, karena narkotika dikategorikan sebagai barang terlarang, untuk kepentingan masyarakat luas harus segera kita musnahkan setelah disisihkan untuk kepentingan pembuktian di pengadilan," kata Kapolres Mimika.

Ia menjelaskan, BB narkoba jenis sabu yang dimusnahkan yang disita dari tangan dua tersangka berinisial FD yang dalam kondisi hamil 8 bulan sebanyak 13 gram lebih, dan ER 3 gram lebih di dua lokasi berbeda pada tanggal 12 September lalu di Busir Ujung dan jalan Cendrawasih gang Delima.

"Adapun kasus yang pertama terhadap tersangka atas nama FD seorang ibu RT dalam kondisi hamil 8 bulan dan suaminya sedang di Lapas," jelasnya.

 Ditegaskan Kapolres, dari kedua tersangka dikenakan Undang-undang

Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat 2.

"Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga),"jelas Kapolres.

"Keduanya kita proses hukum dan kita kenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 dengan pidana penjara 5 tahun dan dendanya variatif antara 8 sampai 10 miliar," jelasnya. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika