Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Polres Mimika Fasilitasi Pertemuan Pemda, LPMAK dan Ortu 28 Pelajar

Suasana pertemuan di gedung MPCC terkait kepulangan pelajar dari Lokon Manado/ Foto: Tim/Tabukanews.com

 

Timika, Tabukanews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Selasa (10/9) melakukan pertemuan bersama orang tua pelajar SMP dan SMA Lokon yang fasilitasi oleh Polres Mimika untuk mendengar aspirasi dan mencari solusi terkait kepulangan pelajar.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH mengatakan, pertemuan yang digagas untuk mendengar aspirasi dari orangtua pelajar terkait kepulangan anak-anak mereka yang mana karena adanya intimidasi, namun dalam pertemuan tersebut tidak disebutkan alasan kepulangan para pelajar karena adanya intimidasi dari pihak manapun begitu juga dengan tidak ada jaminan keamanan.

"Kita mohon untuk memberi masukkan apa ada intimidasi atau tidak, tapi tidak ada intimidasi dan katanya mereka pulang karena tidak ada jaminan keamanan, trus apa bentuk tidak ada jaminan keamananya," kata Kapolres.

Menurutnya, perintah Presiden RI Joko Widodo sudah jelas bahwa pemerintah menjamin kemanan bagi warga Papua yang saat ini melaksanakan studi diluar Papua, sehingga pihak orang tua tidak perlu khawatir dengan kondisi anak-anak mereka yang ada disana, begitu juga dengan pelajar yang telah pulang ke Timika, pihaknya akan berkoordinasi untuk mengembalikan mereka ke Lokon untuk melanjutkan pendidikannya.

Pemerintah RI sudah jelas melalui pak Presiden untuk menegaskan kepada Kapolri dan Panglima untuk memberikan jaminan keamanan untuk warga Papua yang berada di luar Papua khususnya adek-adek mahasiswa dan juga pelajar," terangnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, S. Sos, MM mengatakan, pemulangan sejumlah pelajar dari kota studi Manado (Lokon) lantaran ketakutan akibat terprovokasi dengan situasi yang berkembang saat ini terkait rasisme, sedangkan Pemerintah setempat menjamin keamanan para pelajar disana. Oleh sebab itu pihak Pemkab Mimika mengharapkan kepada para pelajar agar segera kembali ke kota studi untuk melanjutkan pendidikan mereka.

"Jadi sebenarnya pemulangan mereka ini hanya karena ketakutan, tetapi sebenarnya ketakutan itu  bukan terjadi yang sebenarnya tapi isu-isu yang berkembang di sekitarnya dan soal intimidasi kami tidak bisa katakan kalau intimidasi itu dalam bentuk apa, tapi pemerintah berharap anak-anak bisa kembali bersekolah," kata Wabup.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat, Pemerintah akan mengunjungi asrama pelajar Mimika di Lokon serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak keamanan setempat untuk tetap memberikan menjamin keamanan kepada para pelajarnya disana agar mereka tidak merasa ketakutan dan tetap fokus belajar.

"Pemerintah akan menjamin seluruh anak-anak ini aman di tempat mereka masing-masing, kita (Pemkab Mimika) akan koordinasi dengan pemerintah dan TNI Polri di daerah setempat dimana anak-anak ini bersekolah, sehingga mereka merasa nyaman bersekolah," tegasnya.

Mewakili orang tua Agustinus Anggaibak mengatakan, dengan kondisi yang terjadi saat ini mengakibatkan kekhawatiran dari orang tua terhadap keselamatan anaknya yang sedang bersekolah diluar daerah.

Terlepas dari itu, pihak orang tua meminta kepada pihak TNI Polri untuk tetap memberikan rasa aman kepada para pelajar yang sedang menempuh pendidikan diluar Papua berdasarkan instruksi Presiden RI Joko Widodo.

"Sebagai orang tua pelajar dan mahasiswa harapan kami ketika melihat situasi dan kondisi saat ini, intinya bahwa semua orang tua itu menginginkan anak-anaknya bersekolah dengan aman dan nyaman disana, harapan kami bahwa sesuai dengan instruksi presiden RI kepada TNI Polri itu harus terwujud. Artinya bahwa pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kota studi perlu ada jaminan keamanan," kata Agustinus Anggaibak.

Ketua Tim Transisi LPMAK Abraham Timang, SE mengatakan, timbulnya ketakutan dikalangan pelajar baik di tingkat SMP dan SMA di Lokon lantaran beredar video dari para pamong yang  mana menunjukan kondisi para pelajar di Lokon dalam kondisi aman, menanggapi berbagai kejadian yang dialami pelajar dan mahasiswa Papua di beberapa daerah.

Hanya saja situasi pada saat itu tidak tepat, sehingga banyak pelajar yang melakukan aksi demo dan tidak mau mengikuti aktifitas belajar mengajar lantaran ada beberapa pelajar yang ditengarai sebagai pemicu sehingga pihak Lembaga mengambil tindakan pemulangan 7 pelajar.

"Persoalan itu muncul dari video dari pamong kepada anak-anak SMP, sebenarnya tujuannya baik bahwa keadaan dan kondisi mereka di Lokon itu baik, tapi karena situasi tidak pas jadi anak-anak ambil langkah-langkah demo," kata Abraham.

Ia juga menjelaskan bahwa kurang lebih 250 pelajar asal Mimika yang disekolahkan di Lokon untuk tingkat SMP dan SMA, hanya saja yang dibiayai oleh LPMAK berjumlah 175 orang, yang mana sejak beberapa hari terakhir sebanyak 28 pelajar telah pulang ke Timika dengan alasan keamanan yang terdiri dari 24 pelajar tingkat SMA dan 4 pelajar tingkat SMP.

"Sekitar 250 peserta diluar dari pengiriman dari Pemda 14 orang yang sudah pulang, cuma data secara detail saya belum tahu. Yang LPMAK biayai itu 175 dan 28 yang pulang," jelasnya.

Ia juga menambahkan kalau terkait kepulangan 28 pelajar tersebut nantinya akan ada pembicaraan antara pihak LPMAK dan pihak orang tua. Apabila orang tua bersedia anaknya dikembalikan ke Lokon maka pihak lembaga akan memfasilitasinya.

"Yang sudah pulang nanti kami akan bicara dengan orang tua kalau sepakat mau kembalikan anak-anak mereka berarti kami akan fasilitasi kembali ke Lokon," tambahnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika