Main Area

Main

Polisi Usut Tuntas Kasus Pengrusakan di Hotel 66

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto / Foto : dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com -  Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menegaskan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Mimika akan mengusut tuntas kasus  pengrusakan di Hotel 66.

Saat itu akan dilaksanakan pleno penetapan DPT oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika, namun tiba tiba datang sekelompok pendukung pasangan calon (paslon) Hans Magal - Abdul Muis (HAM) dan melakukan pengrusakan dengan tujuan menggagalkan pleno,  Sabtu (12/5) lalu.

Kapolres Mimika  berjanji kasus ini tidak akan berhenti hanya sampai pada pelaku lapangan saja, tapi juga aktor intelektual dibalik aksi penyerangan anarkis itu.

"Hal ini sekaligus membuktikan aparat kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelanggaran kriminal di wilayah kabupaten Mimika," ujar Kapolres.

“Saya sepakat bahwa tidak ada orang yang berani melakukan penyerangan tanpa suport, tanpa ada kata, ya sudah serang saja, nanti ya begitu. Kami akan usut tuntas dan nanti kita akan lihat kebenaran walaupun lamban, tapi lambat laun akan terkuak juga,” ujar Kapolres  peraih Adhy Makayasa Akpol 1998 ini, saat buka bersama dengan insan pers di Timika, Kamis (17/5) malam.

Kapolres bahkan mengungkapkan adanya perubahan waktu dari yang  disepakati.

"Disepakati rapat pleno jam 7 malam, ternyata oleh KPU dimajukan. Dan perubahan waktu ini tidak diberitahukan kepada kami," ujar Kapolres.

Pasca aksi pengrusakan Hotel 66, kata Kapolres, pihaknya sudah mengamankan 3 orang. Dua orang yang diduga pelaku lapangan diamankan pada malam setelah kejadian, dan seorang lagi diamankan pada hari berikutnya. 

“Dua orang yang diamankan pada Sabtu (12/5) malam diduga sebagai pelaku lapangan yang melakukan pengrusakan di Hotel 66. Keduanya disangkakan dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan,” ujarnya.

Seorang tersangka yang diamankan sehari setelah kejadian (Minggu), diduga sebagai pelaku penghasutan. Dari hasil pemeriksaan, ia diketahui memberi komando kepada massa yang berkumpul di lapangan Timika Indah untuk menggagalkan pelaksanaan rapat pleno KPUD Mimika membahas daftar pemilih tetap (DPT) pilkada Mimika 2018.

“Seorang lagi diamankan pada hari berikutnya (Minggu), yang diduga sebagai pelaku penghasutan dan disangkakan dengan Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun,” ujar Kapolres.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian sempat mengamankan salah satu warga berinisial MY, yang juga adalah anggota DPRD Mimika yang diketahui berada bersama massa di Lapangan Timika Indah. Saat diperiksa, Matius mengaku kejadian pengrusakan itu adalah aksi spontan dari massa karena paslon HAM dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Dia (MS) sudah membuat pernyataan tidak bertanggung jawab karena aksi itu spontan dari massa. Dia sudah menulis surat pernyataan di atas materai,” ujar Kapolres.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika