Main Area

Main

Polisi: Tak Ada Ampun Untuk Predator Anak

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa (kiri) dan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto (kanan)/ foto : husyen abdillah

TIMIKA, TABUKANews. Com-Kepolisian Resort (Polres) Mimika menegaskan, tidak ada kompromi dan toleransi bagi predator seksual anak.

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa  mengatakan, predator anak tidak akan diberikan ampunan. Para pelaku akan dihukum seberat-beratnya.

"Para pelaku akan dikenakan hukuman maksimal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak," tegas Korowa.

Belakangan kejahatan seksual pada anak memang sedang marak di Kabupaten Mimika.

Dia merinci, sesuai data dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Mimika, kejahatan terhadap anak  di dominasi kejahatan seksual.

Ironisnya, hanya seminggu usai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, empat anak jadi korban kejahatan seksual.

Ia meminta perhatian semua pihak atas maraknya tindak kejahatan terhadap anak ini. Orangtua dan lingkungan menurutnya, harus memainkan peran perlindungan pada anak.

"Semua pihak harus beri atensi pada pemenuhan hak-hak anak. Ingatkan anak-anak kita agar tidak mudah diajak oleh siapapun, ajarkan anak berteriak minta pertolongan jika mendapat kekerasan," pesan Korowa.

Dalam proses hukum kepada para pelaku predator anak, criminal justice sistem di Timika, dalam hal ini Polres Mimika, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri telah sepakat menerapkan hukuman maksimal kepada para predator anak.

Hal demikian untuk memberi efek jera dan mengingatkan yang lain tak melakukan tindakan serupa.

Tapi tampaknya, upaya hukuman maksimal tersebut tak berefek banyak. Dafar anak korban kejahatan seksual semakin bertambah. Sementara sebagian pelaku masih berkeliaran menghirup udara bebas.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (PPPA-KB) menyebut, jumlah korban kejahatan seksual terhadap anak sudah mencapai ratusan. Masalah anak sudah di level serius, sayang tak diimbangi dengan anggaran penanganan.

Untuk program Kota Ramah Anak misalnya, butuh anggaran tak sedikit dengan sumber utama APBD. Bahkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) hanya diberikan anggaran Rp750 juta.

Menurut Kepala PPPA-KB, Alice I Wanma, jumlah itu sangat kecil dibanding tugas dalam menangani persoalan kejahatan terhdapa anak di Timika.

 Menurutnya, paling minimal disiapkan anggaran Rp2 miliar untuk memaksimalkan kinerja P2TP2A. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika