Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Polisi Dalami Pengikut Aliran Sesat

Polisi saat melakukan olah TKP yang dicurigai sebagai tempat ibadah aliran sesat/ foto : Istimewa

TIMIKA,TabukaNews. Com – Penyidik Reserse dan Kriminal Polsek Mimika Baru,  hingga kini masih terus mendalami dugaan aliran sesat yang berkedok pengobatan dengan agama katolik itu dengan memeriksa lima orang pengikutnya.

"Kita masih dalami karena kita belum bisa menyimpulkan bahwa itu adalah ajaran sesat.Ini kita harus benar-benar introgasi dan cek betul yang dikategori sebagai aliran sesat itu seperti apa,"kata Kapolsek Mimika Baru,AKP Pilomina Ida Waymramra. Senin (29/07/19).

Kapolsek menjelaskan pemeriksaan terhadap kelima pengikut aliran Kelompok 'Doa Hati Kudus Allah Kerahiman Ilahi' yang diduga merupakan aliran sesat diantaranya Yohanes Kasamol,Davit K,Benediktus Tanus,Elias Jeradu dan Alida. Untuk mengetahui apakah itu termasuk aliran sesat,pihaknya tentunya akan minta keterangan dari pemuka agama khususnya Katolik dalam hal ini Pastor atau Uskup.

“Sebab bapak Uskup atau Pastor lebih memahami tentang dogma ajaran agama Katolik. Supaya kita bisa melihat dengan fakta yang ada ,apakah ini sesuai ajaran Katolik atau bukan,"katanya.

Menambahkan,sesuai dengan arahan pimpinan dalam hal ini Kapolres Mimika,bahwa kalau memang sesuai dengan hasil introgasi dengan pemuka agama Katolik bahwa itu bertentangan,maka pihaknya terlebih dahulu akan melihat unsur pasalnya.

"Jadi apabila memenuhi maka kita akan proses hukum, sehingga menjadi efek jerah atau pelajaran bahwa tidak boleh ada aliran diluar lima agama yang sudah ditentukan oleh Negara kita,"ungkapnya.

Selain mendalami dengan memintai keterangan ke lima orang tersebut,anggota Polsek Mimika Baru juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti di sebuah rumah yang dipakai untuk melakukan pengobatan dengan berkedok ibadah.

Sementara itu di tempat terpisah Pastor Paroki Tiga Raja Pastor Amandus Rahadad Pr,  mengatakan kelompok ini tidak benar karena tidak sesuai dengan ajaran gereja katolik yang resmi dikeluarkan pimpinan gereja katolik berarti atas dasar kitab sucinya,  tradisinya dan megisterium (kuasa mengajar gereja).

“ atas dasar tiga ini maka kelompok itu tidak benar.  Kelompok yang mengatajan diri sebagai "katolik" berarti harus hidup sesuai ajaran katolik dong.  Tetapi mereka memiliki benda benda rohani katolik  tetapi prakteknya tidak sesuai itu maka mereka memperkosa ajaran.  Pantaslah polisi turun tangan.” Tegas Pastor Amandus. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika