Main Area

Main

Polisi Dalami Dugaan Keracunan 37 Anak Sentra Pendidikan dan Panti Eme Neme

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia, S. Sos didampingi Kabag Ops Polres Mimika AKP Andika Aer, serta Kasat Intelkam dan Kapolsek/Foto: Tim

Timika, Tabukanews.com - Kepolisian Resor Mimika, Minggu (13/10) sedang melakukan penyelidikan terhadap salah satu penyedia makanan bagi pelajar di Sentra Pendidikan, dan panti asuhan Eme Neme yang berlokasi di Kilometer 8. Penyelidikan tersebut dilakukan setelah adanya laporan 37 anak diduga mengalami alergi usai memakan makanan katering.

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia, S. Sos, Senin (14/10) ketika ditemui membenarkan bahwa minggu malam pihakny menerima laporan warga tentang puluhan anak yang diduga keracunan makanan setelah memakan makanan katering dan dilarikan ke RS terdekat.

Ia menjelaskan, gejala yang dialami anak-anak tersebut seperti gatal-gatal pada mulut, pusing.

"Tadi malam memang ada laporan dari RS, bahwa sekitar pukul 20.30 ada laporan warga bahwa sekelompok masyarakat masuk ke RS dengan keluhan bahwa itu gatal-gatal mulutnya, pusing," kata Wakapolres.

Informasi tersebut langsung di respon oleh pihak Kepolisian yang langsung  mengecek kebenaran informasi tersebut, yang mana sebanyak 14 anak dari panti rehabilitasi Eme Nem dibawa ke RSUD Mimika, sedangkan 23 anak yang merupakan pelajar di Sentra Pendidikan langsung dilarikan ke RSMM Karitas.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kejadian tersebut sebagai keracunan karena harus ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun BPOM untuk memastikan makanan yang dimakan mengandung bahan berbahaya atau tidak.

"Setelah anggota kami merespon dan mengecek  memang betul bahwa di Panti Rehabilitasi ada 14 orang, dan sentra pendidikan 23 orang itu di Karitas," ungkapnya.

Dari hasil menyelidikan terhadap pihak katering, tersapt ikan yang sudah rusak, alias tidak layak untuk dikonsumsi, sehingga bisa dipastikan kejadian tersebut bukan keracunan melainkan alergi ikan.

"Dari katering sudah di cek dan diinterogasi dan dicek bahwa betul ikan itu agar rusak, jangan sampai dipelintir bahwa itu keracunan," katanya.

Ia juga menambahkan, anak-anak yang dibawa ke rumah sakit kini telah diperbolehkan pulang karena kondisibya sudah membaik. Kendati demikian pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan keracunan tersebut.

"Semuanya sudah pulang, namun kami akan cek lagi apakah ikan itu mengandung racun atau sudah rusak tetap kita akan lakukan penyelidikan," tambahnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika