Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

PLN Timika Diminta Ganti Rugi Kerusakan Barang Elektronik Masyarakat

Luki Mahakena/ Foto : Tim

TIMIKA, TABUKANews.com - PT PLN (PERSERO) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika diminta memberikan ganti rugi terhadap semua kerusakan barang elketronik milik masyarakat yang diakibatkan karena pemadaman bergilir.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Mimika, Luki Mahakena kepada awak media  saat di temui Bobaigo Keuskupan Mimika, Kamis (28/3).

Lucky mengatakan kebutuhan listrik merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa diabaikan begitu saja, apapun masalahnya.

“Pemadaman bergilir ini udah empat bulan lebih. Masyarakat sudah sampai pada batas toleransi terhadap dinamika ini. Ini mau bertahan sampai kapan? Kalaupun awal April semua bisa dikondisikan, bagaimana dengan kerugian yang dialami masyarakat? Mereka harus bertanggugjawab terhadap kerugian ini,” tegasnya.

Menurutnya, sudah banyak masyarakat yang mengeluh hal ini namun mereka bingung harus mengadu kepada siapa. Faktanya kerusakan alat elektronik perumahan tentunya sangat memperngaruhi kebutuhan dasar rumah tangga.

“Kerugian kedua, saat dimatikan secara mendadak juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan alat-alat kelistrikan. Ini secara intens sudah terjadi berbulan-bulan,” ungkapnya.

Dikatakan 2018 lalu, kebutuhan solar menjadi kendala sehingga pemadaman juga sering dilakukan. Sekarang disebabkan karena rusaknya beberapa mesin PLN termasuk mesin perusahan pendukung PLN.

“2019 casenya berubah yakni karena mesin. Menurut kita dalam manegerial hal ini konsep manajemennya harus diperbaiki secara makro agar tidak lagi merugikan masyarakat. Kejadian ini sudah memenuhi unsur hukum. Masyarakat bisa lakukan somasi terhadap PLN,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris DPC Partai Bulan Bintang (PBB), Herman Gafur. Menurutnya kinerja PLN sangat mengkuatirkan dan meresahkan masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku dunia usaha.

“Progres perbaikan juga tidak jelas dan gak pernah disampaikan kepada pelangan secara terbuka. Sudah terjadi, masyarakat sudah banyak mengalami kerugian dan PLN harus bertanggungjawab terhadap situasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, pihak PLN terkesan cuci tangan dengan alasan mesin rusak dan sedang dalam perbaikan, namun tidak pernah bisa memberikan solusi. Informasi tentang pemadaman juga tertutup sehingga tidak semua masyarakat mengetahui hal ini.

“Seharusnya dari awal mereka melapor kondisi ini ke DPRD dan Pemerintah Daerah agar dua lembaga ini turut mencari jalan keluar masalah ini. Nanti dipanggil dan di demo baru mereka mau datang menjelaskan. Mau sampai kapan kita bertahan dengan kondisi ini sementara banyak yang sudah merasakan dampak kerugiannya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Perindo Mimika, H. Munawir Yakup mengatakan jika masyarakat melakukan demo bahkan melakukan somasi di pengadilan, itu hak masyarakat karena mereka memang dirugikan.

“Ada di daerah lain PLN disomasi dan di demo besar-besaran. Hasilnya, mereka mengganti rugi kerusakan yang dialami masyarakat. Kalau manajernya tidak mampu mencari solusi, mundur dan digantikan yang lain,” tegasnya.

Menurutnya masalah yang sering dirasakan oleh masyarakat Mimika akibat pemadaman adalah kehabisan solar dan mesin rusak.
Baginya, ini merupakan hal klasik yang selalu saja terulang.

“Kenapa mesin bisa rusak? Karena overload. Bisa jadi kontraktor PLN melakukan penyambungan terus tanpa menghitung kapasitas mesin itu sendiri. Mereka harus lakukan pembenahan di segala lini.

Mulai manajemen pengelolaan, distribusi daya listrik hingga penyampaian informasi ke masyarakat. Seharusnya ada keluhan begini,  sampaikan ke DPR dan pemerintah supaya dilaporkan ke PLN provinsi dan pusat. Jangan didiamkan saja seola-ola ini masalah kecil,” tandasnya.

Sebelumnya, pada Selasa (26/3),  Manager PT PLN (PERSERO) Hotman Ambarita kepada awak media mengatakan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika mengatakan hal ini disebabkan karena adanya kerusakan sejumlah mesin yang dimiliki PLN.

Termasuk beberapa mesin milik perusahan suplair daya listrik yang selama ini bekerjasama sebagai pihak ketiga, ditambah lagi cuaca yang panas mengakibatkan kemampuan mesin menurun.

“Beban Pucak kita saat ini total 26,6  megawat sementara daya mampu mesin saat ini hanya 21.5 megawat jadi kita devisit 4-5 megawat. Ada 11 mesin pembangkit kita yang mengalami kerusakan, akibatnya kita adakan pemadanan secara bergilir untuk menutupi keadaan ini,” ujarnya.

Walau demikian ia menjaminkan bawah awal April nanti penerangan di Mimika akan kembali seperti semula. Artinya pemadaman tidak lagi dilakukan pihaknya.

Pasalnya mereka sedang mendatangkan mesin tambahan sewa dengan kapasitas 3 megawat dan saat ini sedang dalam perjalanan Surabaya-Timika. Diperkirahkan akhir bulan ini atau awal April, tiba di Pomako.

“Tiga mesin ini didatangkan oleh PT Manungga, sesuai jadwal akhir atau awal bulan depan sudah tiba di Timika. 3 mesin ini merupakan penambahan. Selain yang 3 megawat ada 2 mesin dari PT Putra Persada Perkasa untuk menggantikan mesin yang rusak. Kalau sudah tiba maka pemadaman bergilir sudah tidak terjadi lagi, semuanya akan kembali normal,” ungkapnya.

Kepada masyarakat Mimika, Hotman Ambarita meminta maaf atas ketidaknyamanan yang selama ini dialami masyarakat Mimika karena adanya pemadaman bergilir.

“Kami terus mengupayakan agar semuanya teratasi. Banyak kendala yang harus kita hadapi tapi kita pastikan bulan depan semua akan kembali normal,” ujarnya. (Tim

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika