Main Area

pesparawi xiii

Main

Pesawat Cargo Ber-Subsidi Resmi Layani Rute Timika-Wamena

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Yan S. Purba (Paling kiri) foto bersama dengan Kepala UPBU Mozes Kilangin Ambar Suryoko dan Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otban) Merauke, Usman Effendy saat foto dengan staff Trigana Air/Foto : Tim

 

Timika, TabukaNews.com - Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Mozes Kilangin, Timika, Sabtu (8/2) mulai memberlakukan penerbangan perdana angkutan udara kargo bersubsidi untuk rute Timika-Wamene di tahun 2020.

Kepala UPBU Mozes Kilangin Ambar Suryoko menjelaskan, penerbangan perdana ini menggunakan pesawat Trigana Air, yang mengangkut barang-barang mulai dari sembako hingga bahan bangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Wamena.  Dengan jadwal pesawat tiga kali pengangkutan dengan total muatan 14 ton untuk sekali angkut.

"Kita diperintahkan oleh Menteri agar penerbangan ini tidak boleh ada jeda, jadi tiga kali terbang dalam seminggu," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandara (Otban) Merauke, Usman Effendy mengatakan, program ini merupakan konektivitas tol laut ke jembatan udara merupakan program Presiden RI Joko Widodo sejak 2017 silam, dan sejak pertama berjalan, di Timika sendiri masih tetap dilaksanakan oleh Trigana Air.

Usman menyebutkan, pihaknya hanya menyediakan fasilitas transportasi, untuk ketersediaan barang tetap merupakan tanggung jawab kementerian perdagangan.

“Dengan ini diharapkan bisa mengurangi disparitas harga bagi warga yang membutuhkan di daerah yang memang membutuhkan.” Ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Yan S. Purba yang juga hadir mewakili Pemerintah Kabupaten menyambut baik penerbangan perdana subsidi kargo ini karena Timika merupakan sentra untuk pengembangan daerah sekitar.

Namun Ia berharap agar semua pihak terkait agar bisa terus memastikan bahwa barang yang dibawa dari Timika merupakan barang yang wajar.

"Tanggung jawab kita harus pastikan barang yang diangkut dari Timika adalah barang yang wajar dan tidak berbahaya," katanya.

Yan juga meminta kepada Otban agar terus melakukan evaluasi terhadap penerbangan yang dilakukan apa perlu dipertahankan atau tidak. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika