Main Area

Main

Pertemuan Bersama Tokoh Papua di Mimika Bahas Isu Rasis Dan Keamanan di Papua

Wawancara Kapolri dan Panglima TNI./ Foto: Tim

Timika, Tabukanews.com, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian bersama tokoh-tokoh di Mimika melakukan pertemuan untuk membahas terkait isu rasisme dan stabilitas keamanan di wilayah Papua. pertemuan tersebut berlangsung di Rimba Papua Hotel (RPH), Rabu (28/8)

Orang nomor satu di Institusi TNI itu mengatakan, tujuan kedatangan dirinya dan Kapolri untuk berdialog secara langsung dengan berbagai tokoh di Mimika terkait peristiwa yang di alami oleh mahasiswa Papua di Surabaya.

"Tujuan saya kesini untuk berdialog secara langsung dengan tokoh-tokoh di Mimika terkait peristiwa yang terjadi di Surabaya, Malang dan Semarang," kata Panglima TNI usai bertatap muka dengan tokoh-tokoh Papua di Timika. Rabu (29/8).

Ia menjelaskan, dalam dialog tersebut, pihak TNI-Polri selalu terbuka menerima masukkan dan saran terkait dengan isu rasisme dan stabilitas keamanan di Papua dan Papua Barat agar permasalahan tersebut cepat diselesaikan, sehingga situasi di Papua kedepan bisa aman dan kondusif.

"Penyelesaian masalah Papua ini harus secara mendasar sampai kepada akar permasalahannya dengan sudut pandang Papua, sehingga kita bisa memahami apa yang mereka inginkan untuk menjadikan wilayah Papua yang penuh dengan damai," jelasnya.

Sementara itu Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian mengatakan, dalam dialog tersebut ada banyak aspirasi dari beberapa tokoh yang dinilai penting untuk diakomodir, ada juga beberapa aspirasi baik seperti pengusulan pembuatan UU Anti Rasisme agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hanya saja kata dia, UU terkait Rasisme tersebut telah ada yang mana dijelaskan dalam UU Penghapusan diskriminasi dan juga masalah ras, suku, agama sehingga tidak perlu membuat UU baru

"Prinsipnya saya kira kalau ada aspirasi dari masyarakat sebaiknya dilayani dan ditampung, yang mana bisa diselesaikan, diakomodir mana yang ngak bisa diakomodir tidak apa-apa yang penting dialog dulu, juga mengenai pembicaraan di Timika saya kira sangat produktif yah, ada mendengar adanya aspirasi supaya dibuat UU tentang anti rasisme itu sebenarnya tidak perlu. karena sudah ada UU penghapusan diskrimniasi termasuk masalah ras, suku, agama dan lainnya tahun 1999 dan sudah sering kita terapkan," kata Kapolri. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika