Main Area

Main

Perkara Penembakan Pomako Sidang Militer di Jayapura

TIMIKA, TABUKANews.com - Perkara penembakan di Pelabuhan Pomako pada 9 Agustus 2017 lalu yang menewaskan Theo Cakakem dengan terduga pelaku Serka Y sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Militer III-19 Jayapura. Proses persidangan telah bergulir sejak 12 Februari 2018 lalu.

Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Timika menyiapkan kuasa hukum untuk mendampingi keluarga korban dan para saksi dalam perkara itu.

"Kami berharap ada pembelajaran, ada perubahan bertindak di lapangan. Kami juga bangun terus komunikasi dengan institusi terkait (TNI-Red) supaya bisa melihat bahwa kita semua memang punya maksud baik tapi seringkali terjadi seperti ini," kata Sekretaris SKP Keuskupan Timika, Rudolof Kambayon kepada wartawan, Rumah Transit Bobaigo, Jalan Cenderawasih, Kamis (1/3).

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi pada 19 dan 26  Februari, ungkapnya, harus tertunda karena saksi dari pihak korban tak hadir di dalam persidangan. Padahal SKP telah memfasilitasi tiket bagi delapan orang, termasuk keluarga korban agar berangkat ikut sidang di Jayapura. 

Bahkan Uskup Keuskupan Timika, John Philip Saklil Pr telah mengumpulkan keluarga dan para saksi agar mendukung proses hukum hingga masalah itu selesai. Namun saat dijemput untuk berangkat ke Jayapura pada Minggu (25/2), tidak satupun keluarga korban maupun saksi berada di tempat.

Pihak Pengadilan Militer pun bahkan ikut berupaya membantu memfasilitasi untuk menghadirkan keluarga korban dan para saksi di pengadilan. "Dari pihak pengadilan, seperti yang disampaikan oditur militer, mereka mau pihak saksi atau keluarga bisa hadir paling tidak meligitimasi bahwa sidang itu benar berjalan," kata Rudolf.

Sidang perkara itu, kata Rudolof, harusnya bisa rampung dalam tiga bulan jika berjalan normal. Sidang kembali akan dilanjutkan pada Senin (2/3) pekan depan masih dengan agenda pemeriksaan saksi meski tanpa dihadiri saksi dan keluarga korban.

"Informasi dari kuasa hukum, BAP akan dibacakan saja di persidangan karena di situ ada keterangan saksi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus itu bermula dari bentrok antar kelompok nelayan di pelabuhan Pomako. Serka Y dan Kopda Andi Setaf Sahadat yang berada di TKP berusaha melerai pertikaian. Karena ikut diserang Serka Y akhirnya mengeluarkan tembakan yang diduga mengenai Theo Cakakem.

Sementara Kopda Andi mengalami luka kapak di kepala dan luka tombak di punggung yang menyebabkan syarafnya putus sehingga bagian tubuh dari perut hingga kaki tidak dapat digerakkan. Setelah sempat dirawat intensif di RSAL Surabaya, Kopda Andi akhirnya meninggal dunia pada Minggu (10/12) lalu.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum menetapkan seorangpun tersangka dalam kasus bentrok itu, baik pelaku penganiayaan terhadap Kopda Andi maupun terduga provokator yang memanas-manasi massa. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika