Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

Penikaman Didepan SMK Petra Dalam Penyelidikan Polisi

Timika,TabukaNews.com - Penikaman seorang warga atas nama Maurits Faidiban (40) oleh orang tidak dikenal (OTK) pada hari Sabtu, (06/02/2021) lalu di depan SMK Petra Timika, Papua masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Mimika.

Pelaku diketahui berjumlah dua orang masih dan masih berusia remaja tersebut diduga melakukan penikaman terhadap korban menggunakan benda tajam. 

Akibat dari peristiwa tersebut  korban mengalami luka tusuk pada bagian perut. Kini kejadian itu ditangani Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika

Kasatreskrim, AKP Hermanto saat ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika Senin (8/2), mengatakan bahwa saat ini korban sedang dalam perawatan pihak medis di RSUD Mimika.

Lantaran kondisinya belum membaik, korban sampai saat ini juga belum dapat dimintai keterangan secara lengkap oleh penyidik. Namun, dari keterangan pihak medis, kondisi korban setelah ditangani cukup membaik, lantaran mengalami luka pada pembuluh darah kecil.

"Kondisi korban sudah membaik, karena pembuluh darah kecil, usus dalamnya agak keluar," kata Hermanto.

Keterangan sementara yang sempat diperoleh dari korban, dua orang remaja pelaku penganiayaan itu. 

Mulanya, korban melintasi jalan Budi Utomo, tiba-tiba dipanggil pelaku dengan sebutan ojek, dan korban lalu berhenti. Saat itu terjadi komunikasi antara korban dengan kedua pelaku, kemudian berlanjut hingga cekcok.

"Katanya ada sedikit cekcok, kemudian munculah baru terjadi penganiyaan" kata Hermanto.

Dari keterangannya, korban tidak mengenal kedua pelaku. Usai dianiaya, kedua pelaku melarikan diri ke arah Jalan Kartini dan lorong atau gang depan SMK Petra.

pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti sebilah alat tajam berukuran 30-40 cm. Alat tajam tersebut diduga yang digunakan untuk menganiaya korban, namun belum diketahui apakah alat tajam itu milik pelaku atau korban.

"Tapi tidak ada darah disitu, cuma kita tunjukkan ke korban, korban bilang itu parang yang digunakan pelaku. Cuma pemilik parang ini apakah punya korban atau pelaku, kita masih dalam penyelidikan," Kata  Hermanto.

Untuk mengungkapkan kasus tersebut , penyidik akan memanfaatkan kamera pemantau atau CcTv yang berada di sekitar lokasi kejadian .

Penyidik juga akan menyelidiki motif atau niat pelaku yang memanggil korban saat itu, apakah untuk diantar (menumpangi,red) oleh korban, atau hendak melakukan aksi kejahatan lainnya, seperti begal atau perampasan.

"Korban tidak kenal pelaku, yang jelas dua remaja. (Motif) masih dalam penyelidikan, karena motor ada, handphone ada," kata Hermanto.(Tim)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika