Main Area

Main

Pemkab Perpanjang Kontrak Dengan Asian One

Johannes Rettob,S.Sos. MM (Wakil Bupati Mimika) / Tim tabukanews.com

 

Timika, TabukaNews.com - Terkait habisnya masa kontrak pesawat dan hellikopter milik Pemkab Mimika yang dioperasikan oleh pihak ketiga yakni maskapai Asian One yang berakhir tahun 2019 ini, maka pemerintah daerah memutuskan untuk melanjutkan kerjasama dengan perpanjangan kontrak selama setahun. 

Wakil Bupati (Wabup) Johannes Rettob mengatakan bahwa pihak pemkab Mimika memutuskan untuk memperpanjang kontark selama satu tahun. Hal tersebut diputuiskan dalam rapat yang dilakukan oleh pemkab Mimika menanggapi surat pemberitahuan dari pihak Asian One terhadap berakhirnya kontrak kerjasama  tersebut.

“Masa berakhirnya kontrak tersebut sebenarnya sudah lewat dan Asian One ini sudah menyurat kepada Pemkab Mimika tetapi kok belum ada tanggapan. Pihak Asian One menanyakan bagaimana ini selanjutnya pesawat sama helinya mau dikembalikan atau bagaimana, soalnya Dinas perhubungan tidak ada tanggapan,” kata Wabup di Hotel Horison Ultima, Selasa (10/12).

Terkait keputusan perpanjangan kontrak selama satu tahun tersebut Wabup menjelaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan kerena ada beberapa alternatif yaitu untuk berganti operator lain itu prosesnya sangat panjang.

 Oleh sebab itu, diputuskan hanya diperpanjang satu tahun saja dan hal tersebut dilakukan untuk melakukan evaluasi terkait hal-hal selanjutnya yang akan dilakukan untuk mempersiapkan kontrak selanjutnya.

Lanjutnya terhadap kontrak satu tahun tersebut kedua belah pihak menghendaki adanya perubahan terhadap perjanjian kerjasama tersebut. Maka kedua belah pihak sedang mempersiapkan klausul-klausul perjanjian tersebut. Perubahan tersebut sangat di harapkan oleh kedua belah pihak karena dinilai ada yang memberatkan terutama untuk pihak Asian One.

“Keputusan kemarin kita perpanjang satu tahun saja sambil kita evaluasi, kita susun lagi bagaimana dengan sisi harga terus hak dan kewajiban ini kita susun kembali. Kalau tidak diperpanjang kita harus cari operator baru untuk pengoperasian pesawat tersebut karena kan Pemkab tidak bisa mengoperasikan,” jelasnya.

Wabup mengungkapkan bahwa perjanjian kontak tersebut harus dilakukan antar kedua belah pihak menurut jangka waktu yang ditentukan. Pasalnya dasar untuk penarikan Pendapatan asli daerah (PAD) adalah perjanjian tersebut .

“Kalau kita tidak ada perjanjian kita tidak bisa menarik PAD sedangkan pihak Asian One dapat tegut dari kemetrian perhubungan dan itu tidak boleh kalau tidak ada perjanjian kerana ada undang-undangnya,” ungkapnya.

Wabup menambahkan bahwa pada intinya perpanjangan kontrak tersebut tidak ada satu pihak pun yang dirugikan oleh sebeb itu pemkab Mimik abersama Asian One seang mengupayakan klausul-klausul kontrak yang saling mengungtungkan sehingga kotrak bisa dilaksanakan dengan baik dan besa diperpanjang hubungan kerjasamanyha.

“Tujuannya satu kok bagaiman mempermudah pengoperasian, menghasilkan PAD, mejaga aset kita dan sama-sama bisa saling untung atau tidak ada yang dirugikan dari segi regulasi,” ujarnya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika