Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Pemkab Mimika Tetapkan Adaptasi Kebiasaan Baru Covid-19

TIMIKA - Bupati Mimika Eltinus Omaleng, memimpin rapat evaluasi guna membahas  penanganan Covid-19 dimasa adaptasi kehidupan baru selama 14 hari yang lalu. Hasil Evaluasi, Pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan Adaptasi Kebiasaan Baru selama 14 hari kedepan, terhitung 08 Oktober hingga 21 Oktober 2020. 

Rapat evaluasi berlangsung di Grand Mozza, Rabu (07/10/20) yang dihadiri Wakil Bupati Johannes Rettob, Forkopimda, Penjabat Sekda Mimika Jenny O. Usmani,  stakeholder terkait serta pimpinan OPD yang masuk dalam Tim Gugus Covid-19. 

Evaluasi ini menghasilkan Kesepakatan Bersama Nomor 443. 1/1275 Tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Mimika, yang ditanda tangani Bupati Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob, Penjabat Sekda Jenni O Usmani, Forkopimda, PT Freeport Indonesia, RSUD Mimika dan pimpinan OPD terkait. 

Bupati Mimika Eltinus Omaleng, melalui Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra dalam jumpa pers mengatakan, pemerintah Kabupaten Mimika menetapkan beberapa point' didalam kesepakatan bersama yaitu, untuk aktifitas masyarakat diluar rumah tetap dibatasi yaitu mulai pukul 06.00 WIT sampai 21.00 WIT, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Penerapan waktu beraktivitas ini berlaku juga untuk tempat-tempat hiburan malam dan rumah bernyanyi.  Sementara Aktifitas persekolahan, perkuliahan tetap dilakukan dari rumah, tetap menerapkan belajar dari rumah. 

"Para pimpinan melakukan rapat evaluasi dalam rangka Menentukan langkah-langkah dan kebijakan-kebijakan terkait penerapan adaptasi hidup baru yang sudah diberlakukan pada dua minggu terakhir. Di mana kondisi pada dua minggu terakhir yaitu sejak 19 September sampai  6 Oktober 2020, ada penambahan kasus baru sebanyak  672 kasus

Atau rata-rata 37 kasus per hari dengan jumlah

10 kasus yang di laporkan meninggal dunia. 

Sehingga sampai kemaren sore (Selasa red), kumulatif kasus covid 19 di Kabupaten Mimika telah mencapai 1800 kasus," kata Reynold. 

Ditambahkan Reynold, yang perlu diketahui warga masyarakat Mimika bahwa masih ada tersisa 3500 kasus lagi yang memang harus di cari, dideteksi, diisolasi dan juga dilakukan tracing. 

"Berdasarkan gambaran dua minggu ini, terutama ada wilayah-wilayah  yang sebelum tanggal 19 September, dimana ada satu wilayah yang zona kuning.  Misalnya di kuala kencana ini sudah berubah jadi zona merah. Sementara ada dua Distrik yaitu Iwaka dan Distrik Mimika Timur, dua  minggu lalu zona hijau sekarang sudah zona kuning. Inilah gambarannya bahwa Covid - 19 berpindah dari orang sakit ke orang sehat sangat cepat, dipengaruhi karena pergerakan dan kerumunan,  bahwa warga masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan," tambah Reynold. 

Dengan demikian, Bupati Mimika dan Forkompinda menetapkan Adaptasi Kebiasaan  Baru atau AKB, dimana aktivitas masyarakat tetap dilaksanakan  dimulai dari jam 06.00 pagi - 21.00 dan dilakukan pembatasan. 

Terhitung 08 Oktober 2020, akan dilakukan pengawasan protokol kesehatan pada seluruh aktivitas masyarakat di pusat ruang publik seperti Pasar, Pertokoan yang tidak terjadi sosial distancing. Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, TNI-Polri akan melakukan pengawasan dan penegakan aturan Bupati Nomor 24 Tahun 2020 terkait protokol kesehatan. Team 

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika