Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Pemkab Mimika Diminta Serius Soal Penanganan Asrama Sentra Pendidikan

Den B Hagabal /Foto : Tim

Timika. TabukaNews.com  - Sejumlah anggota legislatif DPRD Kabupaten Mimika, meminta agar Pemkab Mimika tidak bersikap “acuh” soal penanganan persoalan yang terjadi di asrama di Sentra Pendidikan. Maka harus disikapi serius. 

Anggota Komisi C DPRD Mimika, Den Ben Hagabal mengatakan bahwa secara berulang ulang melalui pandangan fraksi di DPRD telah mengusulkan agar asrama tersebut dikelola oleh pihak ke tiga. Sebab, jika Dinas Pendidikan yang tangani soal asrama sentra, maka tidak akan fokus karena waktu mereka tidak sepenuhnya memperhatikan asrama itu dengan baik termasuk soal makan. 

" Usulan itu sudah muat di pandangan fraksi saat paripurna. Kami sudah sampaikan supaya Pemkab harus limpahkan penanganan ke pihak ke tiga supaya bisa dikelola selama 24 jam. Kalai Dinas pendidikan yang tangani, maka begitu jam dinas berakhir, maka perhatian ke asrama juga akan habis," kata Den di Kantor DPRD, Selasa (15/10).

Pihak ke tiga yang dimaksud Den B Hagabal adalah Yayasan tertentu melalui proses tender terbuka dan bukan ditunjuk. Yayasan itu juga merupakan yang berkualitas sehingga bisa memberikan perhatian, bimbingan dan mengatur kedisiplinan kepada sluruh anak yang ada. 

Demikian juga supaya anggaran yang dikucurkan Pemkab bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

"Anak-anak yang bersekolah dan berasrama di sentra pendidikan merupakan generasi penerus di Mimika.  jika penananganan mereka tidak dilakukan dengan baik, maka kualitas dan masa depan merekapun tidak akan baik. Anak-anak itu butuh perhatian selama 24 jam bukan hanya sehari saja," tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi B, Thadeus Kualik. Menurut dia, usulan pengelolaan sentra pendidikan merupakan poin utama yang disampaikan dalam pandangan fraksi saat paripurna. Selain secara tertulis, usulan itu juga dibacakan langsung di hadapan perwakilan Pemkab yang hadir, akan tetapi hal itu seolah olah tidak didengar.

Setiap fraksi selalu mendesak agar asrama sentra pihak ke tiga karena mengetahui anggaran untuk sentra pendidikan itu sebesar Rp 20 miliar. Dalam setiap kunjungan, DPRD juga selalu menemukan fakta keterpurukan dalam pengelolaan asrama tersebut.

"Pemkab stop dengan sikap acuh tak acuh. Kasihan kalau ada aksi pemalangan seperti yang sudah terjadi. Itu akibat dati keteledoran Pemkab," tuturnya. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika