Main Area

Main

Pemda Menilai Program 1000 Hpk Optimal

TIMIKA, TABUKANews.com - Kejadian luar biasa pada kasus campak dan gisi buruk yang terjadi di kabupaten Asmat dan menggemparkan jagat ramai yang dikabarkan media akhir akhir ini membuat seluruh mata sedang tertuju pada daerah pesisir Papua Selatan tepatnya di kabupaten Asmat.

Sebelum kasus klb ini mencuat secara tidak lagsung Pemerintah daerah kabupaten Asmat sendiri sudah memikirkan bagaimana meningkatkan sumber daya manusia Asmat dimulai dari usia kandungan,niat baik yang tulus telah dilakukan Pemerintah Daerah kabupaten Asmat dan itu tersirat pada ,program Pemberian makan 1000 hari pertama kehidupan,diikuti Pemberian makan anak sekolah.untuk program hpk sendiri sudah coba dirancang dan dijalankan  sejak tahun 2016 khusus di kota agats,dan dicanangkan tahun 2017 terdapat pada 13 puskesmas dan tahun 2018 akan bertambah menjadi 18 puskesmas dengan didukung oleh dana desa,dan upaya ini telah melahirkan anak anak yang gizinya baik,terbukti dengan berat mereka normal saat lahir.

Dengan adanya klb Campak dan gizi buruk ini merupakan tantangan bagi pemerintah daerah,bagaimana program ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di tingkat distrik maupun ditingkat kampung dan bagaimana pemerintah optimal memperkua gisi,ujar Bupati Asmat Elisa Kambu,S.Sos ,di Posko 1000 Hpk jalan dolog Agats sabtu(20/1)siang.ia berharap kepada semua masyarakat agar mengubah pola kehidupannya seperti sanitasi rumah,kebersihan air bersih,itu jadi tantangan bagi keluarga yang memperoleh program 1000 hpk.dirinya tetap berharap dan optimis program ini tetap berjalan,jangan sampai program ini bias.ia mencontohkan jangan sampai makanan yang diberikan yang makan bapak atau anak yang besar,hal ini jangan sampai terjadi,kita tetap akan melakukan pengawasan yang optimal,dirinya masih tetap berharap pada masyarakat yang hidupnya meramu agar bisa memanfaatkan program ini.

Sementara itu dalam sepatah dua katanya Menteri Sosial menyampaikan bahwa program 1000 Hpk merupakan program yang membantu anak anak tumbuh besar,berkembang dan menjadi cerdas,dirinya menyakini ini bukan satu hal yang mustahil sehingga ia mengajak para ibu hamil agar bisa selalu ikut program Bupati”anak anak nanti semuanya sekolah jangan sampai ada yang tidak disekolahkan yaa,ujarnya mengajak para bumil agar dapat menyekolahkan anak anaknya,secara tegas dirinya selaku Menteri Sosial mendukung sepenuhnya Program 1000 hpk.

Dari rekaman media ini kurang lebih ratusan ibu hamil yang hadir dalam pemberian makan sebelumnya melakukan senam ibu hamil dan  juga mendapatkan bantuan pakaian layak pakai yang disiapkan Pemerintah daerah kabupaten Asmat.

Dr,Steven Langi selaku,mengakui program ini belum sempurna tetapi Pemerintah sudah melakukan apa yang harus dikerjakan bagi masyarakatnya,”kita telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku,kerja sama lintas sektoral,antar Pemda,Dinas kesehatan,pertanian,pendidikan,perikanan semua stake holder yang menunjang untuk program hpk ini,menurut dirinya hal ini butuh upaya keras,sehingga dirinya mengapresiasi petugas yang berada di lapangan,dirinya mengatakan kalau dikatakan gizi buruk tentunya harus melihat kembali apakah itu gizi buruk ataukah terdapat penyakit lain sebelumnya,kalau mau dibilang gizi buruk sebenarnya orang disini sudah punah dari dulu,tanyannya.

Pemerintah tidak melakukan pembiaran dan tutup mata dengan keadaan ini,untuk program 1000 hpk saja untuk 600 ibu hamil sampai dengan anak anak total sekitar 800 menghabiskan anggaran 17 sampai 18 miliar dalam perjalanannya bagaimana kalau terdapat 10.000 ibu hamil di kabupaten Asmat,maka dalam setahun untuk pemberian makan bumil bagi bumil saja bisa mencapai anggaran 200 milliar lebih,ujarnya memberikan penjelasan,ia mengakui memang bagi petugas dilapangan ada yang lalai dan nakal tapi jangan lupa bahwa masih ada petugas dilapangan yang dengan sungguh sungguh berjuan dengan hati untuk program ini,terangnya,ia menambahakan Pemerintah kab Asmat tau apa yang harus diputus dimata rantai ini,kita baru memulai kurang lebih dua tahun,masih butuh waktu,mari kita sama sama mengkaji hal ini.

Klb pada campak ini sendiri sudah terdeteksi sejak bulan September sehingga langsung dilakukan penaganganan oleh dinkes dan puskesmas puskesmas seperti yang terjadi pada bulan November 2017,oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat bekerja sama dengan Puskesmas Agats,terkait dengan terjadi peningkatan kasus campak dalam dua bulan terakhir di Agats Kabupaten Asmat,”kami mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin agar tidak terjadi peningkatan kasus yang lebih banyak lagi”ujar John Kambu,Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit,menurut dirinya data dibulan November terakhir terdata 38 kasus Campak menyerang anak anak,namun bila ditambah dengan bulan sebelumnya mencapai 70 kasus,ia menuturkan jumlah tersebut tergolong besar sehingga diambil langkah langkah bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan imunisasi masal di dua tempat,yaitu di Gedung Gor jalan dolog dan di kompleks YKPA 2 Agats.

Dari rekaman media ini,terdapat 157 terdaftar imunisasi di kompleks ykpa dan 200 anak di Gedung Gor Agats,dengan pemberian imunisasi campak diharapkan akan memutuskan rantai penyakit campak,seperti diketahui bahwa imunisasi lengkap akan dilakukan saat bayi berumur 9 bulan hingga 14 tahun dengan memberikan hb0,bcg,polio 1 sampai 4,dbt 1 sampai dbt 3,dan menginjak umur 9 bulan diberikan imunisasi campak,kemudian dilanjutkan dengan campak kedua dan dt,dilakukan secara rutin dengan demikian tidak mudah terkena penyakit karena telah memiliki kekebalan tubuh.

Sementara Sudarsono kasie Imunisasi Dinkes Kab Asmat dalam penuturannya menyampaikan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi masih kurang,hal ini dibenarkan Bidan Karwuni dari Puskesmas Agats,”setiap hari kami sudah kasih ingat akan ada imunisasi,jadwal juga sudah kita buat,tapi mereka juga jarang datang,banyak yang tidak datang sesuai jadwal yang sudah diberikan karena mereka alasannya pulang ke kampung,”ujarnya.

Kepada media ini,Sudarsono mengharapkan partisipasi dari Instansi tekhnis lainnya seperti Kepala distrik,Kepala kampung dimohon peran sertanya dalam membantu melakukan pendekatan pendekatan dan memberikan pemahaman pada masyarakat,dirinya menambahkan kalau hanya Dinas Kesehatan dan Puskesmas saja tidak akan maksimal,tambahnya (Tim/Bernard/dzy)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika