Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Pelantikan Pimpinan Lemasko Versi Yance Bonay Dinilai Tidak Sah

Timika,TabukaNews.com - Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okuware menegaskan kalau  pelantikan Ketua Lemasko versi
Yohanis Yance Boyau dinilai tidak sah bahkan mencederai konstitusi Lembaga Adat.

"Yance Boyau bukan ketua Lemasko. Jadi masyarakat saya minta tidak terprovokasi. Itu dia (Hendrikus Atapmame) tiba-tiba mengangkat Yance alasannya apa? Alasan-alasannya tidak mendasar. Padahal kita mengacu kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga," tegas Gregorius dihadapan wartawan, Rabu (26/8) di Hotel Serayu.

Selain itu, Gery panggilan akrab sehari-hari juga menilai Yance Boyau telah melakukan kebohongan terhadap masyarakat yaitu akan membangunkan rumah bagi masyarakat dengan menggunakan dana PT Freeport Indonesia.

"Saya melihat ada upaya berbohong,karena itu tidak ada dalam program dan tidak pernah dibahas. Bahkan dukungan dana yang dia (Yance) sebut, itu tidak ada,"ungkapnya.

Kata Gery, apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan iming-iming tersebut.Maka segera laporkan.

"Lapor ke kami dan kita ajukan sebagai laporan ke kepolisian,karena dana seperti itu tidak ada. Kita akan memberikan sanksi sesuai aturan yang ada. Salah satunya adalah menahan hak-hak yang harusnya diberikan kepada Yance Boyau. Dia (Yance) ini masih mempunyai jabatan yakni Anggota di DPA Lemasko,"katanya.

Sementara Wakil Ketua I Lemasko, Marianus Maknaipeku,menduga ada modus terselubung yang mana Yance Boyau dijadikan sebagai Ketua Lemasko.

"Kemungkinan besar modusnya soal besi tua dan penggarapan proyek renovasi rumah dengan memungut biaya berkisar Rp 3 Juta per bangunan,sehingga dia mau menjadi Ketua Lemasko dan dilantik tanpa dasar," ujarnya.

Kemudian ditambahkan,Sekretaris Lemasko, Simson Saur Materati bahwa secara visi misi, lembaga berfokus kepada adat dan istiadat bukan berfokus kepada sebuah proyek maupun pengembangannya. Sehingga ini tidak sesuai dengan tujuan lembaga adat.

"Visi misi Lembaga sangat jelas. Bicara tentang hak dasar orang Mimika seperti tanah, ekosistem laut dan sebagainya. Itu saja. Dengan tujuan mengangkat harkat dan martabat. Tidak berbicara tentang pengembangan apalagi proyek, hanya mendukung karena kami menjadi mitra," ungkapnya.

Ia juga menerangkan,bahwa sesuai Musdat yang sebelumnya almarhum Robertus Waraopea terpilih dan kemudian meninggal dunia, maka secara sah digantikan oleh wakil yaitu Gregorius Okuware.

"Semua itu sudah diatur sesuai kode etik," terangnya.(Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika