Main Area

Main

Pasca Kecurian, SMP YPPK St Bernardus Kekurangan Komputer UNBK


Kepala SMP YPPK St Bernardus Timika, Saur Simbolon/Foto: Ricky Lodar

Timika, Tabukanews.com - SMP YPPK St Bernardus Timika masih terus berusaha melengkapi kebutuhan komputer untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri, 23 hingga 26 April mendatang.

Jumlah peserta UNBK SMP YPPK St Bernardus Timika sebanyak 265 siswa. Untuk melangsungkan UNBK tiga sesi, sedikitnya 89 komputer/laptop tersedia. SMP YPPK St Bernardus Timika sebenarnya sudah memiliki 82 unit, tapi nahas, bulan lalu 14 unit laptop di laboratorium ditambah satu unit di perpustakaan digasak pencuri.

"Akhirnya kita menjadi kekurangan sekarang.
Dan inilah yang menjadi pergumulan kita, bagaimana tanggal 23 nanti perlengakapan ini terpenuhi. Apakah meminjam dari siswa atau dari sekolah lain," kata Kepala SMP YPPK St Bernardus Timika, Saur Simbolon kepada wartawan, Sabtu (13/4).

Peristiwa pencurian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun hingga saat ini 15 unit laptop SMP YPPK St Bernardus Timika belum juga ditemukan.

"Mudah-mudahan anak-anak yang punya (laptop) dapat izin orangtua meminjamkannya selama empat hari UNBK," harapnya.

Soal kesiapan siswa, SMP YPPK St Bernardus telah melaksanakan dua kali simulasi ditambah sekali gladi bersih UNBK. Pelajaran tambahan pun telah diberikan kepada siswa. Saur berharap orangtua mengambil peran, mengarahkan anak lebih banyak belajar saat di rumah. Soal materi akademik di sekolah, menurutnya sudah cukup.

"Bagaimanapun bagusnya kami mengarahkan di sekolah, tapi percuma kalau hanya di sekolah. Kami berharap kerja sama orangtua," katanya.

Sekolah-sekolah penyelenggara mandiri UNBK, memang rentan kecurian. SMP Negeri 2 Mimika yang punya empat orang security juga kecurian tujuh unit komputer.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengimbau kepada pihak sekolah penyelenggara UNBK untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi keamanan peralatan elektronik pendukung ujian. Ia menjanjikan dukungan pengamanan.

Soalnya, keberadaan fasilitas komputer/lapotop di sekolah bukan hanya saat UNBK. Laptop itu akan seterusnya berada di laboratorium sebagai sarana pendukung belajar siswa.

Simbolon mengatakan, dengan jumlah sekolah penyelenggara UNBK yang makin banyak, tentu akan menyulitkan pihak kepolisian dari sisi jumlah personel. Langkah yang ia usulkan adalah mengintensifkan patroli.

Ujian Nasional 2019 tingkat SMP di Kabupaten Mimika akan diikuti 3673 dari 56 sekolah. Sebanyak 25 sekolah telah menyelenggarakan UNBK, sisanya masih Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). (Jrl)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika