Main Area

pesparawi xiii
HUT Republik Indonesia Ke 75

Main

Panwaslu Gelar Sosialisasi Dan Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

 

Panitia Pengawas Pemilihan umum (Panwaslu) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga di hotel Grand Tembaga, Sabtu (10/3). Foto : tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Panitia Pengawas Pemilihan umum (Panwaslu) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga di hotel Grand Tembaga, Sabtu (10/3).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat umum tentang pemilu agar pemilu tersebut berjalan dengan baik dan terhindar dari kecurangan-kecurangan.

Sekretaris Panwaslu Kabupaten Mimika Yesaya Waromi mengatakan, selama ini masyarakat belum mendapatkan pembelajaran-pembelajaran untuk menjadi pemilih yang baik dan cerdas. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi kecurangan-kecurangan dalam Pemilu. Dengan sosialisasi tersebut masyarakat dapat mengerti dan memahami tujuan dari Pemilu.

"Masyarakat selama ini kan tidak pernah mendengar sesuatu langsung dari pemerintah tentang sistem pemilihan yang sedang berjalan dengan lancar, aman dan nyaman dan inilah momennya sehingga masyarakat tidak terpangaruh dengan janji-janji yang sering terjadi sehingga nasyarakat bisa memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nuraninya," kata Yesaya.

Menurutnya Pendidikan ini diberikan selain untuk pembelajaran politik untuk diri dan juga kepada keluarga, teman atau pun kerabat yang belum mengetahui tentang informasi yang diperoleh dari sosialisasi tersebut.

"Setelah mendapatkan informasi ini sehingga mereka dapat menerapkan kedalam kehidupan keluarga dan menjadi transformasi kepada keluarga tentang bagaimana menyalurkan suara yang baik dan benar itu seperti apa,"ungkap Yesaya.

Sementara itu Komisioner Panwaslu Kabupaten Mimika Imelda Ohee mengatakan dalam sosialisasi tersebut mengajarkan kepada masyarakat agar bisa mengawasi proses pemilu yang diindikasi terdapat kecurangan akibat dari proses pemilu yang tidak sehat. Yang akan menimbulkan konflik.

"Kita harus mencegah bukan hanya Panwaslu saja yang mengawasi tetapi masyarakat juga ikut mengawasi sehingga tidak terjadi kampanye-kampaye hitam yang bisa menjadikan konflok antar pasangan calon sehingga masyarakat menjadi korban,"tutur Imelda.

Menurut Imelda sekarang ini belum masuk pada masa kampanye tetapi di media sosial sudah ada beberapa yang sudah melakukan kampanye dengan demikian kampanye-kampanye hitam tersebut bisa memicu konflik antar pendukung pasangan calon.

"Janganlah ada kampanye-kampanye hitam seperti yang ada di medsos, kerena sekarang ini kan belum sah untuk kampanye karena belum ada jadwal," tambahnya.

Sementara itu selaku narasumber dalam sosialisasi Kejari Mimika Alex Sumarna mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena ini merupakan bentuk edukasi pendidikan yang disampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya Pemilu. Dengan demikian masyarakat bisa mengerti mulai dari maksud, tujuan, proses dan akhir dari Pemilu.

"Disamping memotivasi masyarakat untuk melaksanakan hak pilihnya juga manfaatnya terhadap apa yang sudah mereka pilih. Mereka juga harus tau perbuatan-perbuatan yang dilarang itu apa, pelanggarannya apa dan sanksinya apa. Jika mereka sudah tau kan bisa menghindar kalau disuruh-suruh orang padahal itu pelanggaran nah kalau sekarang sudah tau bisa memilah mana yang masuk pelanggaran mana yang tidak," Jelas Alex.

Dalam kegiatan tersebut sebagai pemateri adalah dari Kejaksaan Negeri Timika dan Polres Mimika. Untuk peserta yang ikut dalam sosialisasi tersebut sdalah dari masyarakat umum.yang ada di Kabupaten Mimika antara lain dari ibu-ibu rumah tangga serta para tukang-tukang ojek yang dimana pada saat kampanye mereka lebih sering dimanfaatkan untuk kampanya. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika