Main Area

pesparawi xiii
DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

Main

Omtob Harap Keputusan Harus Normatif

TIMIKA, TABUKANews.com - Sidang lanjutan Musyawarah Sengketa Pilkada Kabupaten Mimika dengan pemohon Paslon Eltinus Omaleng, SE. MH dan Johannes Rettob, S. Sos, MM (Omtob) akhirnya mengalami penundaan hingga Rabu (28/2). Pihak Omtob merasa kecewa dengan penundaan tersebut. Hanya saja keputusan yang diambil jangan Subjektif.

 

Bakal Calon Wakil Bupati yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Johannes Rettob usai berkoordinasi dengan tim hukum Omtob mengatakan, dirinya merasa kecewa dengan penundaan yang dilakukan oleh Pimpinan, sedangkan waktu terus bergulir

 

"Sekali lagi saya merasa kecewa dan maunya saya itu keputusan harus cepat, karena kita dikejar dengan waktu," kata Johannes Rettob di Sekretariat tim pemenangan Omtob, Selasa (272) di Jalan Hasanuddin.

 

Ia menjelaskan, waktu yang diberikan untuk mengajukan keberatan sangat terbatas. Oleh sebab itu dirinya mengharapkan adanya keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan sidang sesuai dengan aturan.

 

"Intinya kami hanya ingin proses ini cepat dan punya kekuatan hukum dan keputusannya jangan subjektif dan keputusannya harus normatif (sesuai aturan) sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2016 dan sesuai dengan PKPU nomor 3 dan perubahan nomo 15, dan sesuai dengan peraturan Bawaslu," jelas John.

 

Sementara itu Kuasa hukum Omtob Marvey Dangeubun, SH. MH mengatakan, menyangkut penyelesaian sengketa di Panwaslu itu, pimpinan sidang harus mengacu pada Peraturan Bawaslu RI nomor 8 tahun 2015 tentang tata cara penyelesaian sengketa Pilkada. Artinya, Panwaslu dan KPU serta penggugat (Omtob) harus tunduk pada aturan dan mekanisme yang berlaku didalam pasal 17 tentang tahapan yang harus dilaksanakan dalam proses persidangan musyawarah ini.

 

"Semua harus tunduk pada aturan Bawaslu dan jangan melaksanakan sidang diluar dari peraturan tersebut," kata Marvey.

 

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menghadiri sidang penyelesaian sengketa sebanyak 3 kali. Namun dalam sidang pertama tidak dihadiri oleh KPU Kabupaten Mimika, sidang kedua pihak KPU belum bisa memberikan jawaban. Seharusnya sidang kedua sudah masuk dalam pemeriksaan saksi dan alat bukti sehingga langsung diputuskan.

 

"Kami sudah lalui sidang sebanyak 3 kali dan untuk sidang kali ini harus pemeriksaan saksi dan alat bukti mengungat sidang ini bersifat cepat," kata Marvey.

 

Ia menegaskan, dalam sidang tersebut apabila tidak berjalan sesuai yang diharapkan maka sengketa ini akan di bawa ke PT TUN.

 

"Apabila proses ini tidak sesuai harapan kami maka kami akan teruskan ke PT TUN," tegasnya. (Jer/dzy/tim)

DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika