Main Area

Main

MUI Mimika Haramkan SMS 'No Sex No Sara'

Ketua MUI Mimika, Ustadz Muhammad Amin AR SAg bersama pengurus lainnya/ foto : Istimewa

TIMIKA, TABUKANews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika secara tegas mengharamkan short message service (SMS) 'no sex no sara' dan penipuan yang setiap hari masuk di handphone pelanggan Telkomsel di Timika.

Ketua MUI Mimika, Ustadz Muhammad Amin AR SAg mengatakan, kasus SMS 'no sex no sara' dan penipuan sudah di tahap meresahkan warga.

"SMS 'no sex no sara' tidak beretika itu, tidak beradab. Selaku ketua MUI, saya juga biasa dapat. Kita ini orang Indonesia punya tata krama. Makanya pemerintah perlu tergas akan masalah ini," kata Ustadz Amin usai rapat koordinasi singkat bersama Telkomsel Grapari Timika di Gedung Serba Guna Masjid Agung Babussalam, Selasa (4/12).

Apalagi menurutnya, penggunaan handphone saat ini sudah menjangkau usia remaja bahkan anak-anak. Massifnya SMS tersebut pelan atau cepat berpotensi menghancurkan kepribadian dan karakter generasi Indonesia.

Kasus yang makin marak belakangan, menghacker akun facebook orang lain juga menjadi sorotannya. Ustadz Amin mengaku banyak mendapat laporan dari tokoh muslim yang akun facebooknya dihack lalu dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk meminta sumbangan ke pengguna facebook lain.

"Namanya penipuan ya jelas itu perbuatan haram dan ini sudah meresahkan masyarakat," katanya.

Berdasarkan keresahan masyarakat umum saat ini, MUI Mimika menaikkan status perbuatan-perbuatan haram tersebut dari tauziah ke tahap fatwa. Dalam waktu dekat MUI Mimika akan menerbitkan fatwa daerah terkait SMS 'cabul' dan penipuan serta tindakan menghack akun Facebook orang lain.

Pada kasus maraknya tindakan mengakuisisi paksa akun Facebook orang lain, Divisi Broadband dan Digital Telkomsel Timika, Toto Sugiarto mengatakan tak memiliki kewenangan di ranah tersebut. Sementara dalam kasus SMS 'no sex no sara' dan penipuan, ia hanya bisa menyarankan menghubungi call center Telkomsel.

Padahal beberapa waktu lalu, warga terus didesak melakukan registrasi kartu perdana yang salah satu tujuannya untuk menekan SMS 'no sex no sara' dan penipuan. Tapi kenyataannya, bukan berkurang malah makin marak belakangan ini.

Persoalannya, setiap pelanggan Telkomsel pasti tahu, terlalu sering menerima broadcast SMS promo dari operator. Sementara broadcast SMS yang isinya memperingatkan warga agar lebih hati-hati menyikapi SMS 'no sex no sara' dan penipuan sungguh sangat jarang bahkan tak pernah sama sekali.

"Ada sih mas broadcast agar pelanggan hati-hati terhadap penipuan. Atau jika dapat, bisa kirim SMS ke 1166. Tapi memang intensitasnya itu harus ditingkatkan," kata Toto. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika