Main Area

Main

Monitoring 15 Kota Studi, Bagian SDM Akan Beri Bantuan Pendidikan

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika, Hengky Amizim/ Foto : Ricky Lodar/Foto : Tabukanews.com

Timika, Tabukanews.com - Usai melakukan monitoring ke 15 kota studi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Bagian Sumber Daya Manusia Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Mimika akan segera memberikan bantuan beasiswa pendidikan bagi pelajar khususnya bagi anak anak asli Amungme dan Kamoro (Amor).

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bagian Sumber Dama Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika Hengki Amisim kepada Tabukanews.com, diruang kerjanya di kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Distrik Kuala Kencana, Rabu (26/6).  

Menurutnya, selama ini memberikan bantuan dana pendidikan bagi anak-anak Mimika namun tidak melakukan monitoring secara kontinyu, sehingga laporan yang diterima baik itu dari mahasiswa dan kampus sangat berbeda. Berkaca dari pengalaman tersebut sehingga untuk tahun ini dalam memberikan bantuan pendidikan, pihaknya akan melakukan terlebih dahulu melakukan monitoring ke beberapa kota studi.

Ia menjelaskan, 15 kota studi tersebut diantaranya, Jakarta, Bandung, Bogor, Cilacap, Salatiga, Semarang, Jogja, Malang, Surabaya, Bali, Makasar, Manado, Manokwari, Jayapura dan Timika.

"Ini akan kita berikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa melalui APBD, jadi sementara ini bagian SDM sedang lakukan monitoring ke setiap daerah studi di 15 kota studi," jelas Hengki.

Tidak hanya itu, ia mengakui bantuan pendidikan yang diberikan banyak yang tidak memanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa yang menerima bantuan pendidikan, artinya banyak anak-anak yang dikirim untuk sekolah namun hingga saat ini belum ada laporan pasti berapa yang telah selesai kuliah.

"Untuk memastikan anak-anak ini kuliah, karena banyak kasus yang kita ketemu sebelum-sebelumnya, tidak kuliah tapi bantuan kita kasih jalan. Terkait apa masih aktif atau tidak, kartu hasil studi itu memenuhi syarat atau tidak karena hitung-hitung ini sudah berapa tahun pemerintah bantu mahasiswa melalui dana Otsus ini sudah lama, kemudian yang selesai juga belum lapor ke kita, kami ke kampus-kampus baru ketahuan dengan bukti dari kampus yang bersangkutan," ungkapnya.

Belajar dari pengalaman, Pemkab Mimika akan memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak asli Mimika pada bulan Agustus nanti setelah adanya monitoring, dan didukung dengan nilai yang IPKnya lebih dari 2,00.

"Tahun ini Pemda tidak bantu begitu saja, tapi harus memastikan dari hasil kuliah KHS itu memenuhi syarat atau tidak, untuk tahun ini IPK harus 2, baru kami (pemda) bisa bantu. Kalau dibawa IPK itu kami tidak akan bantu walaupun itu anak Amungme Kamoro," tegasnya. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika