Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Misa Inkulturasi Sorsemanbi

Arak-arakan 3 pastor saat memasuki pintu gereja dan menginjakkan kaki didalam piring adat./ Foto: Ricky Lodar

Timika,Tabukanews.com - Misa Inkulturasi merupakan suatu ibadah yang bernuansa adat, baik busana dan bahasa yang digunakan dalam beribadah. Seperti yang dilakukan oleh umat Katholik Paroki Santo Petrus, SP3 asal Sorong Raya, Serui, Manokwari, Biak (Sorsemanbi), Minggu (28/10).

Sebelum memulai misa inkulturasi, Misdinar bersama pastor diarak dengan tarian adat Sorong Raya dan selanjutnya disambut oleh tarian dari Biak menuju pintu masuk gereja. Selanjutnya ketiga pastor tersebut diminta untuk menginjak kaki di dalam piring adat yang ditaruh di tangga pintu masuk gereja.

Dalam ibadah Misa inkulturasi dipimpin oleh pastor Bernadus Baru. OSA yang dalam khotbahnya yang terambil dalam Injil Lukas " Sisa-sisa Israel" menjelaskan bahwa, ada dua hal yang menjadi refleksikan dalam kehidupan umat Katholik pada saat ini apabila dikaitkan dengan sisa-sisa Israel dengan kehidupan OAP yang banyak telah meninggalkan budayanya.

"Kita ketahui sendiri bahwa mulai dari Abraham, Musa dan sampai Daud, yang menarik dalam konteks ini saya kaitkan dengan Papua dan menurut data orang Papua telah tinggal setengah dari jumlah populasi yang ada," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut bukanlah suatu kebenaran apabila OAP akan punah diatas tanahnya sendiri akibat adanya ketimpangan sosial antara OAP dan non Papua yang seakan-akan menjadi jurang pemisah, hal tersebut juga terjadi karena sistem yang saat ini dibangun oleh pihak penguasa.

"Terjadi jurang pemisah antara kematian OAP dan pendatang, dari kesimpulan ini dia mengatakan penyebab kematian ini karena sistem yang dibangun oleh penguasa, ya g didalamnya terdapat miras, perampasan tanah dan pelayanan," terangnya.

Namun dirinya yakin dan percaya, OAP memiliki iman dan pengharapan bahwa semua yang telah terjadi atas tanah ini semua karena kehendak Tuhan. Dan Tuhanlah yang akan menjadi Panglima yang  z akan berperkara dalam kehidupan Umat-Nya. Maka kebenaran, keadilan dan perdamaian akan dinyatakan dalam kehidupan anak-anak-Nya yang merupakan sisa-sisa dari Israel.

"Ada dua hal kita Orang Papua punya, yaitu iman dan harapan, saya yakin dan percaya Tuhan akan bertindak untuk kami (mahkluk ciptaan-Nya). Yahue tetap ada dalam sisa-sisa israel dan Tuhan akan menjadi panglima. Kebenaran dan keadilan dan perdamaian akan dinyatakan," tuturnya.

Sementara itu usai ibadah Misa inkulturasi. Perwakilan umat Katholik Paroki Santo Petrus, SP3 asal Sorong Raya, Serui, Manokwari, Biak (Sorsemanbi) Marselino Baru dalam sambutannya mengatakan, ibadah Misa inkulturasi yang dilaksanakan bertepatan dengan hari sumpah pemuda.

Artinya dengan berbagai, suku, budaya, bahasa dan pakaian adat yang dikenakan oleh umat Katholik Paroki Santo Petrus SP3, namun memiliki satu tujuan karena Tuhan.

"Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, kami datang dengan berbagai busana adat, tapi tujuannya satu hanya untuk Tuhan," kata Marselina Baru. (Jrl).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika