Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Menteri Susi : Harus Konsen Budidaya Kepiting dengan Crab Ball

Menteri Kelautan dan Perikanan RI,  Susi Pudjiastut,saat meninjau budidaya kepiting di area PT Freeport Indonesia,Selasa (20/3) / Foto : Dok Tabukanews.com

TIMIKA, TABUKANews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI,  Susi Pudjiastuti menyoroti budidaya kepiting bakau di Timika yang sering disebut karaka yang dikembangkan PT Freeport Indonesia (PTFI). Mestinya pola budidaya ini harus lebih concern pada aspek keberlanjutan sumber dayanya.

Pasalnya,  konsep budidaya dengan metode crab ball itu lebih menekankan aspek pembesaran untuk meningkatkan nilai ekonomis karaka. Tapi lebih penting aspek bekerlanjutan sumber daya sehingga masyarakat bisa bermanfaat terus bagi masyarakat kedepan nanti.

"Saya harap budidaya ini tidak merusak, tidak memutus keberlanjutan kepiting bakau yang ada di Timika. Budidaya juga harus mengikuti kaidah suistainability atau keberlanjutan,"kata Menteri Susi saat menghadiri Peluncuran Program Budidaya Kepiting PT FI, di Mile Point 10, Selasa (20/3).

Budidaya dengan metode crab ball, menurut Susi akan meningkatkan aspek ekonomis karaka karena metode itu telah melewati riset ilmiah. Namun, setiap konsep budidaya harus tetap menjaga ketersediaan bibit dan plasma nutfah karaka di alam. Belajar dari pengalaman, banyak budidaya ektensfikasi dan intensifikasi akhirnya menghabiskan plasma nutfah di alam, tapi ini tidak boleh terjadi karena bibit harus tetap terjaga di alam.

"Saya mohon stok bibit, plasma nutfa di alam harus tetap ada.  Kita biasanya kalau sudah berfikir budidaya lupa bahwa plasma nutfah di alam itu juga harus dijaga, pesan Menteri Susi dengan suara bassnya.

Dia berharap, metode crab ball Freeport tetap menjaga ketersediaan induk dan bibit karaka di alam. Karena bagaimanapun replacement alam jauh lebih baik dibanding budidaya hasil rekayasa manusia. Menteri Susi mencontohkan, di Australia, kepiting betina tak lagi ditangkap untuk diperjualbelikan. Kebijakan itu secara nyata meningkatkan jumlah kepiting di alam bebas.

"Yang harus kita ingat, tidak ada anak tidak ada bibit. Tidak ada bibit tidak ada anak. Ini mata rantai yang tak boleh putus.  Ini yang kadang-kadang kita sebagai manusia lupa," kata Menteri Susi.

EVP Sustainability Deveploment  PT FI, Sony Prasetyo menjelaskan, dasar program budidaya kepiting berdasar pada prinsip kehadiran PT FI mesti memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama yang terkena dampak dalam hal ini Suku Amungme dan Kamoro. Selanjutnya, mendorong masyarakat menuju kemandirian, terlepas dari ketergantungan pada sektor tambang.

Masyarakat Kamoro menurutnya, masih sangat dekat dengan alam melalui filosofi 3S, Sampan, Sungai dan Sagu. Mereka masih menggunakan cara sederhana mencari penghidupan dengan memanfaatkan sumber daya alam, salah satunya dengan mencari dan menangkap karaka.

Cara itu kata Sony, lambat dalam meningkatkan nilai ekonomi. Perusahaan lalu mendorong masyarakat Kamoro mengubah diri dari masyarakat peramu menjadi pembudidaya, pedagang, industri hingga masyarakat ekonomi kreatif.

"Pilihan crab ball ini karena sangat sederhana dan multi manfaat, cocok di masyarakat Kamoro," kata dia.

Program budidaya kepiting dengan metode crab ball, kata Sony hasil kerja sama PT FI dengan Dinas Perikanan Pemkab Mimika dan Yayasan Crab Ball Mangroove Indonesia. Program itu membina  kelompok koperasi, Tarua Aria Aimar Paramo yang dipimpin DR Leonardus Tumuka. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika