Main Area

Main

Menteri Kesehatan akui tingkat kesulitan di Kab Asmat

ASMAT,TABUKANews.com-Menteri Kesehatan Prof.Dr.Mila.F.Moeluk.Sp.M(K) mengakui tingkat kesulitan penanganan masalah kesehatan di kabupaten Asmat pada kunjungannya ke Agats,kamis(25/1) siang,dalam kunjungannya pasca campak dan gizi buruk,menteripun mengakui tingkat kesulitan penanganan masalah kesehatan di kab Asmat.

Menteri langsung berkunjung ke RSUD Agats,guna melihat pasien gisi buruk dan pasien campak yang tengah ditangani secara medis oleh pihak rumah sakit,sembari melakukan percakapan dengan para keluarga yang sedang menjaga bayi balita mereka.

Usai melakukan kunjungan ke RSUD dan Aula Gereja GPI yang juga menampung para pasien,Menetri langsung melakukan pertemuan dengan pihak Pemda Asmat serta tim terpadu yang saat ini sedang bertugas di kampung kampung.

Menteri kesehatan langsung mendengar hasil kerja dilapangan,dari pertemuan tersebut ia mengakui tingkat kesulitan dan permasalahan kesehatan masyarakat di kabupaten Asmat.

Dirinya  menambahkan ia dan tim terpadu akan menangani masalah kesehatan di kampung kampung dengan memperbantukan/ para doter baik dari sipil maupun dokter militer/,hal ini dilakukan agar tidak semua pasien harus dirujuk dari distrik ke kampung,mengingat jumlah biaya operasional puskesmas tidak sebanding dengan luasnya perkampungan dan distrik di Kabupaten Asmat”tadi kita dari bandara ke kota naik boat,bbm berapa,apalagi dari kota ke kampung akan memerlukan biaya banyak”ujarnya.

Disela sela tatap muka Menteri Kesehatan menyoroti pemberitaan di media tertentu agar dalam pemberitaan harus melihat berbagai aspek dan kendala yang ada dilapangan dan disertai dengan kondisi riil,” Tulisannya bencana kesehatan,seolah olah semua kesehatan,saya sedikit tidak terima,mari kita sama sama lihat dan mencoba mengatasinya”ajak Menteri Kesehatan sedikit mengkritik.

Sementara itu,Bupat Asmat Elisa kambu,S.Sos memberi gambaran tentang ,kondisi dan alam dimana masyarakat Asmat hidupnya meramu,termasuk letak geografis yang sulit dengan kondisi alam yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk dijangkau,karena dari 23 distrik,224 kampung dijangkau dengan speedboat dengan biaya operasional yang tidak sedikit,berbagai kendala di hadapi dengan keterbatasan anggaran,tenaga sumber daya manusia,dan lain lain.

“ kami berpesan kepada ibu Menteri akan rumah sakit yang kami sedang bangun,Rumah Sakit yang representative,karena banyaknya rujukan keluar,sehingga dengan adanya Rumah sakit yang representative diharapkan akan lebih baik lagi”pesannya.ia menambahkan Pemda Asmat memiliki program 1000 hpk yang baru berjalan satu tahun lebih,sehingga nantinya bisa mengatasi gizi buruk di kabupaten Asmat.

Untuk itu Pemerintah kabupaten Asmat tentunya memerlukan bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah Pusat di Jakarta.(Bernard/dzy/tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika