A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php73/ci_sessiona237ae53b67db751eb218bf786823e075b971177): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php73)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Tabukanews.com | Mengintip Fasilitas Wisma Atlet PON di Mimika

Mengintip Fasilitas Wisma Atlet PON di Mimika

 Mengintip Fasilitas Wisma Atlet PON di Mimika

Timika, TabukaNews.com -  Ajang olahraga tertinggi di Indonesia yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) sedang diselenggarakan di Papua, sebagai tuan rumah. Empat kabupaten/kota ditunjuk jadi klaster penyelenggara yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. 

Tak hanya fasilitas olahraga yang sudah dibangun dan direnovasi oleh pemerintah dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON, fasilitas tempat tinggal para atlet dan official juga dibangun untuk memanjakan mereka. 

Mengingat ketersediaan hotel masih terbatas maka pemerintah juga menyiapkan akomodasi non hotel, berupa wisma atlet dan merenovasi beberapa asrama sebagai tempat tinggal atlet. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat mulai membangun rumah susun di Mimika pada Tahun 2018 lalu. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Mimika, Yunus Linggi yang ditemui di kantornya, Jumat (1/10/2021) mengungkapkan, rumah susun itu sudah diserahkan kepada Pemda Mimika dan difungsikan sebagai wisma atlet pada PON. 

Wisma atlet dibangun tiga lantai, terdiri dari 42 unit. Setiap unit memiliki dua kamar. Jadi totalnya ada 84 kamar. Layaknya apartemen, setiap unit juga memiliki dapur, laundry room dan toilet. Untuk PON ini, semua fasilitas diperbaharui. Tempat tidur ada dua jenis. Satu ranjang dua susun dilengkapi kasur. Satu lagi, kasur berukuran lebar. Jadi setiap unit bisa dihuni 3 sampai 4 orang. Meubelair juga lengkap ditambah satu buah televisi. 

Selama PON, wisma atlet dikelola oleh pihak hotel, sehingga semua pelayanan sama seperti di hotel. Untuk masuk harus melalui meja resepsionis kemudian diantar oleh petugas. Konsumsinya, disupplai oleh panitia. 

Yunus Linggi mengatakan, untuk PON semua fasitilas diperbaharui oleh Panitia Besar PON. Meskipun sempat digunakan sebagai shelter pasien Covid-19 dan tempat diklat CPNS, namun sebelum PON sudah direhab dan diperbaharui.

Satu kekurangan dari wisma atlet yaitu tidak adanya pendingin udara di kamar atau AC. Tapi semua kamar memiliki jendela untuk sirkulasi udara. Listrik juga dikatakan Yunus Linggi sudah aman. 

“Sampai dengan penambahan daya listrik. Dari situ saya sampaikan bahwa hasil dari review tim bahwa sudah oke,” terangnya. 

Wisma atlet berada di lokasi yang sangat strategis. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari venue panjat tebing. Juga tidak jauh dari Mimika Sport Complex, sehingga memudahkan para atlet maupun official. Parkiran luas tersedia dan bisa menampung ratusan kendaraan.

Sebelum pembukaan PON, mengingat beberapa pertandingan sudah dijalankan maka wisma atlet sudah ditempati oleh atlet dan official dari beberapa kontingen. (Humas PPM/Selvi/Sianturi)

 

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata