Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Masyarakat Mendorong Pemerintah dan TNI-Polri Segera Ciptakan Situasi Keamanan di Tembagapura

 

Timika, TabukaNews.com - Pascah gangguan kamtibmas di Distrik Tembagapura beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat dari empat kampung mendorong pemerintah dan TNI-Polri untuk segera ciptakan situasi keamanan di Tembagapura.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dari kampung Kimbeli, kampung Banti I dan Banti II dalam kegiatan tatap muka yang diselenggaran oleh Binmas Noken Polri di kediaman Pendeta Giman Magai, tepatnya SP4 Jalur 6 ujung, Desa Wonosari Jaya, Sabtu (14/3).

Kasatgas Binmas Noken Polri, AKBP Bagiyo,menyampaikan bahwa saat ini aparat keamanan masih berusaha menciptakan keamanan di Tembagapura.

"Kita juga minta kepada masyarakat untuk mendukung, supaya situasi terkendali kembali dan masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti dulu lagi," ungkapnya.

Dikatakan bahwa keberadaan pemerintah, aparat TNI-Polri adalah untuk menciptakan kesejahteraan, menciptakan keamanan bagi seluruh masyarakat.

"Kami hadir untuk masyarakat, sehingga jangan sampai nanti ada yang berpikiran bahwa ada TNI-Polri itu malah menggangu masyarakat, itu salah ya. Keberadaan kita ini adalah menjaga masyarakat supaya bisa damai," kata Bagiyo.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bagiyo menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat dan juga anak-anak yang terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya menuju Timika.

"Kita sangat prihatin dengan anak-anak tidak bisa sekolah dengan baik dan lancar. Kami minta dukungan dari masyarakat supaya anggota Binmas Noken kunjungi tempat-tempat dimana warga dari Tembagapura yang turun ke Timika agar kita kumpulkan anak-anak untuk belajar dan bermain bersama,"ucapnya.

Sementara salah satu tokoh masyarakat dari Kampung Kimbeli, Jubur Magai, menyampaikan bahwa situasi di Tembagapura belum kondusif, sehingga sangat sulit untuk kembali ke kampung halaman.

"Kami sampaikan bahwa kami tidak mau naik lagi keatas. Jadi kami minta pemerintah bangunkan rumah yang layak buat kami. Kami mohon tokoh-tokoh masyarakat mau dukung dan segera koordinasikan dengan pemerintah daerah,"ungkapnya.

Dengan tidak ingin kembali ke kampung halaman, menurut Jubur adalah salah bentuk untuk menghindari anak-anak muda tidak terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang sering mengganggu keamanan.

"Kami tidak mau anak-anak kami terpengaruh, kami mau anak-anak kami sekolah dengan baik. Selain pendidikan buat anak-anak, kami harap pemerintah juga tolong perhatikan dengan kesehatan masyarakat kami,kalau ada yang sakit nant siapa yang tanggungjawab," ujarnya.(Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika