Main Area

Main

Massa Anarkis, Polisi Berhasil Amankan 45 Orang

Massa saat menggelar aksi demo di halaman kantor DORD Mimika, Rabu (21/8)/ Foto : Tim

Timika,TabukaNews.Com - Kepolisian Mimika berhasil mengamankan 45 orang yang terlibat dalam aksi pengerusakan beberapa fasilitas pada saat unjuk rasa yang sedang berlangsung di halaman DPRD Mimika pada Rabu (21/8).

Unjuk rasa yang diketahui sebelumnya berjalan aman dan lancar tiba-tiba berujung ricuh ketika sejumlah orang yang tergabung dalam massa melakukan aksi lempar terlebih dahulu dengan menggunakan batu kepada pihak keamanan yang sedang melakukan pengamanan jalannya unjuk rasa.

Berujung dari aksi melempari anggota dengan batu,pihak keamanan melakukan tindakan tegas dan terukur dengan memberikan tembakan gas air mata agar massa membubarkan diri.

Adapun beberapa fasilitas yang dirusaki itu berupa kaca gedung DPRD dan lampu taman,sejumlah kaca mobil TNI/Polri dan kendaraan milik warga yang diparkirkan di pinggir jalan. Selain kaca kendaraan dan kaca gedung DPRD Mimika,terlihat juga kaca-kaca rumah warga dan kaca Hotel Grand Moza ikut pecah.

Kapolres Mimika,AKBP Agung Marlianto kepada wartawan saat ditemui di halaman DPRD Mimika,menyampaikan,bahwa saat ini ada 45 orang yang sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Untuk situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Mimika relatif aman dan kondusif dan telah kita pulihkan,"ungkapnya.

Selain itu Kapolres juga menyampaikan,bahwa untuk pengrusakan di Hotel Grand Mozza itu sekitar 20 orang dan sudah amankan di Polres Pelayanan dan akan di proses hukum.

"Sekali lagi tidak ada yang membenarkan upaya unjuk rasa yang berjung anarkis dengan pengrusakan seperti itu. Dan ada beberapa massa lainnya yang kedapatan pada saat kita patroli ketika mereka melakukan aksi pembakaran,misalnya pembakaran tempat sampah dan ban di samping Gedung Eme Neme juga kita amankan dan nantinya akan kita lakukan pendataan,"ungkapnya.

Untuk nilai kerugian materil,kata Kapolres,bahwa sementara ini masih belum bisa ditafsir dan akan dilakukan pendataan.Dan sejauh ini tidak ada korban baik dari aparat maupun masyarakat.

"Alhamdulilah sejauh ini kondisi sudah mulai berangsur angsur pulih dan nanti akan kita lakukan patroli setiap waktu hingga benar-benar pulih,"katanya.

Untuk kumpulan dari masyarakat atau massa yang menyampaikan orasi ,kata Kapolres ,bahwa sudah dihimbau dengan hormat atas pertimbangan situasi untuk membubarkan diri.

"Jadi tidak ada kerumunan massa untuk saat ini. Dan teman-teman baik TNI/Polri sudah melakukan patroli dialogis ke semua titik, semua tempat konsentrasi massa kita lakukan netralisir dan alhamdulilah bisa terkendali,"katanya.

Sebelum terjadi kericuhan,diterangkan Kapolres,bahwa kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIT di bundaran Timika Indah sesuai dengan informasi yang beredar di media sosial.

"Di Timika Indah itu masih tertib dengan jumlah massa sebanyak 50 orang,kemudian bertambah 200 orang,setelah itu mereka meminta untuk di kawal ke kantor DPRD,"terangnya.

Lanjutnya,bahwa selama dalam perjalanan, massa mulai bertambah mencapai sekitar 4000 sampai 5000 orang di depan Kantor DPRD Mimika.Dan aspirasi yang disampaikan pada awalnya masih berkutat dengan persoalan pokok yaitu isu masalah rasisme.

"Tentunya sama-sama kita kutuk dan tidak kita benarkan,tetapi kemudian tiba-tiba ke arah yang kita khawatirkan di tunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang menuju ke arah Papua merdeka. Ini tidak bisa kita benarkan. Oleh karenanya, kita himbau untuk segera kembali ke jalurnya,"ungkapnya.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika