Main Area

Main

Mantan Kadinkes Mimika Jadi Tersangka Korupsi

 

Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna/ Foto : dok : Tabukanews.com

Timika,Tabukanews.com – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berinisial PK ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Timika dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 16 unit perahu Puskesmas Keliling pada tahun anggaran 2016 senilai Rp 6,394 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Timika Alex Sumarna di Timika, kepada wartawan Jumat (2/3), mengatakan selain PK, tim penyidik juga menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial SM dan Bd.

"PK ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai pengguna anggaran atau pejabat pembuat komitmen, SM selaku ketua panitia lelang dan Bd selaku rekananan atau kontraktor pelaksana pekerjaan," jelas Alex.

Sumarna menegaskan bahwa penetapakan ketiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 16 unit perahu Pusling Dinkes Mimika itu dilakukan pada 27 Februari 2018.

Sehubungan dengan itu, tim penyidik Kejari Timika telah menyurati ketiga tersangka untuk segera menjalani pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka pada Senin (5/3).

"Kami akan melakukan pemanggilan kepada ketiga orang tersebut untuk diperiksa sebagai tersangka. Kami berharap mereka kooperatif sehingga penanganan kasus ini bisa berjalan lebih cepat. Soal apakah perlu dilakukan penahanan atau tidak, itu sepenuhnya tergantung pada pertimbangan tim penyidik," jelas Alex yang didampingi Kasi Intel Y Zebua dan Kasi Perdata-Tata Usaha Negara Fransinka L Wonmally.

Terkait penetapan ketiga tersangka tersebut, tim penyidik Kejari Timika juga telah menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Inspektorat Daerah Pemkab Mimika.

Dalam rapat koordinasi tersebut dilakukan gelar perkara kasus tersebut dan disepakati bahwa terdapat indikasi kerugian negara dalam proyek pengadaan 16 unit perahu Pusling pada Dinkes Mimika tahun anggaran 2016.

Kajari Timika tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut nantinya.

Pihak Kejari Timika juga telah berkoordinasi dengan auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua di Jayapura untuk melakukan penghitungan dugaan potensi kerugian negara dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Timika telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi, termasuk sejumlah pejabat dan staf Dinkes Mimika.

Sebanyak 16 unit perahu Pusling tersebut diperuntukkan guna menunjang pelayanan delapan Puskesmas di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, dimana setiap Puskesmas mendapat alokasi dua unit perahu.

Proyek tersebut didanai dengan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Adapun pelaksana pekerjaan yaitu PT Apela milik tersangka Bd.      Penunjukan perusahaan tersebut melalui proses lelang terbuka secara elektronik atau Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik/LPSE.(tim)

 

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika