A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php73/ci_sessionda4fa4638a006cf84a81f6dd5b7048c37c4ef2e4): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php73)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Tabukanews.com | Mahasiswa dan Pelajar Tolak Undangan Gubernur Papua

Mahasiswa dan Pelajar Tolak Undangan Gubernur Papua

Mahasiswa dan Pelajar Tolak Undangan Gubernur Papua

Kapolda Papua ketika memberikan arahan pada apel pagi dihalaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika,Papua/Foto :Tim/TabukaNews.Com

Timika,TabukaNews.Com- Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan situasi di Papua saat ini lebih spesifik. Hal ini dimana dengan kembalinya mahasiswa dan pelajar ke tanah Papua yang diberikan undangan untuk bertemu Gubernur Papua namun ditolak.

"Kalian tahu adik-adik mahasiswa dan pelajar yang sudah kembali itu tercatat 2600 orang. Mereka sudah diperintahkan kembali melanjutkan pendidikan tapi tidak mau dan mereka juga kembalikan undangan yang diberikan di depan bapak Gubernur dan semua forkopimda," kata Kapolda saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Minggu (13/10).

Dengan kembalinya mahasiswa dan pelajar ke tanah Papua, Kapolda menilai akan menjadi masalah sosial sebab sangat mudah disusupi dan dipengaruhi oleh pihak-pihak yang berkeinginan tertentu.

"Ini harus dipahami dan ada apa ini, sementara mereka terus mendengung-dengungkan berbagai permasalahan yang terjadi sekecil apapun lewat jalur komunikasi yang mereka miliki. Dan itu nyata," tegas Kapolda.

Selain itu, lanjut dia,  kelompok bersenjata juga melakukan upaya-upaya kekerasan , dan puncaknya terjadi petistiwa Wamena berdarah.

"Ini ada dan nyata didepan kita. Oleh karenanya saya berharap nanti lewat para komandan masing-masing mohon dengan sangat untuk kendalikan anggota terutama dalam hal disiplin bergerak itu diingatkan, jangan sesuka hati yang nanti bisa celaka dimana-mana," katanya.

Hal ini ditegaskan Kapolda pasalnya para pelaku mempunyai kemampuan untuk membaca gerakan polisi. 

"Kalau mengambil bahasa Kapolri jangan kita diperang dan mereka di kegelapan mengintip kita. Justru sekarang ini dengan kekuatan yang ada dan kemampuan kita berada dimana-mana untuk melihat mereka secara terang bisa lumpuhkan mereka," tandas Kapolda.

Dia menegaskan, dengan kekuatan berlapis jangan sampai polisi lengah, tapi harus manfaatkan situasi melakukan upaya penegakan hukum secara cepat dalam rangka mengeliminir terjadinya permasalahan lain. 

"Terimakasih kemarin ada sejumlah pelajar yang dikumpulkan dan dibubarkan oleh Kapolres secara cepat. Karena itu indikasi-indikasi menghadirkan sejumlah orang dengan ketidakjelasan tujuannya, itu menandakan ada indikasi pergerakan melakukan khaos dan lain sebagainya. Dan itu upaya pencegahan yang baik," ucap Kapolda.(Tim)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata