Main Area

Main

LPMAK Selektif PT dalam Program Beasiswa

TIMIKA, TABUKANENews.com - Pada 2019 nanti, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK)  akan merubah sistim pemberian beasiswa kepada mahasiswa yaitu khususnya untuk anak-anak Amungme-Kamoro dan lima suku kekerabatan lainnya lebih selektif melihat dan memilih perguruan tinggi (PT) bagi mahasiswa melanjutkan pendidikan (kuliah) mereka.  

 

Maksimal kampus dari perguruan tinggi mahasiswa asal Mimika melanuutkan studi telah memiliki akreditasi B, agar nantinya mahasiswa tersebut lebih mudah dan cepat mendapatkan pekerjaan.

 

“Sudah ada ribuan mahasiswa yang kita berikan beasiswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi (PT), baik di Papua, luar Papua, bahkan luar negeri. Setelah lulus ada yang sudah menjadi pejabat, pengusaha, dan lain-lain. Ada  banyak pula belum dapat pekerjaan alias menanggur sampai hari ini. Inilah yang kami evaluasi, untuk kelanjutannya mereka boleh kuliah di kampus ternama sehingga setelah selesai langsung dapat pekerjaan,”kata Abraham kepada wartawan di Jalan Cenderawasih, Senin (30/7).

 

Sesuai hasil evaluasi Abraham menuturkan, teryata ada bidang atau jurusan tertentu sulit mendapat pekerjaan, seperti ekonomi dan hukum. Jumlah sarjana penerima program beasiswa cukup banyak yang belum mendapat pekerjaan, baik sebagai PNS maupun di perusahaan swasta. 

 

“Melihat kondisi semacam ini, kami akan rubah sistim pemberian beasiswa kepada mahasiswa pada 2019 mendatang. Perubahan sistim yang dimaksudkan adalah, LPMAK akan lebih fokus kepada mahasiswa yang jurusan eksakta (Matematika dan IPA). Kita akan lebih fokus pada jurusan dan program studi (prodi)  pertambangan atau geologi, pertanian, dan pertanahan,”jelas Abraham. 

 

Abraham menambahkan selain untuk jurusan Eksakta LPMAK kata Abraham lebih fokus pula pada jurusan yang setelah kuliah bisa langsung mendapatkan pekerjaan, seperti tenaga pendidik (guru) dan kesehatan. Terlebih lagi, di Mimika ini banyak kekurangan tenaga guru dan kesehatan, seperti perawat dan dokter.

 

“Dari hasil evaluasi, jurusan-jurusan tersebut dipastikan selesai menempuh kuliah, lapangan kerja sudah menunggu,” ujarnya.

 

Abraham menjelaskan untuk jurusan non eksakta, cukup kesulitan mendapat pekerjaan. Dengan kata lain,  anggaran yang dikeluarkan akan sia-sia. Karena ijazah yang diperoleh para mahasiswa ini tidak bisa difungsikan dengan baik.  Apalagi tiap tahun LPMAK menggelontorkan anggaran untuk program beasiswa mahasiswa sebesar RpRp10-15 miliar, dengan kuota 800 orang mahasiswa.

 

“Tahun depan kami tidak lagi mengakomodir penerima beasiswa dengan jurusan non eksakta. Ini keputusan dari rapat Badan Musyawarah (BM) dan Badan Pengurus (BP). Kami di sekretariat LPMAK hanya bisa menjalankan keputusan BM dan BP,” tutur Abraham.

 

Selain itu, berkaitan dengan pemilihan perguruan tinggi, pihaknya akan lebih selektif. Belakangan ini ada 200an universitas yang tidak diakui Menristek Dikti, sehingga ini menjadi bahan pertimbangan LPMAK mulai tahun depan khusus bagi PT yang terakreditasi Kemenristek Dikti. 

 

“Kalau ada mahasiwa yang kulian di universitas tersebut, akan jadi catatan sendiri dan tidak diakomodir lagi. Percuma juga kalau itu dibiayai, tapi ijasahnya tidak diakui,” terang dia.  (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika