Main Area

Main

LPMAK Rapat Bersama Lintas Lembaga, Bahas Kepulangan 22 Pelajar Mimika

Polres Mimika AKBP Agung Marlianto saat memberikan keterangan/ Foto : Tim

Timika,TabukaNews. Com - Tim Transisi Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) rapat bersama dengan Kapolres Mimika, Dandim 1710 Mimika dan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mimika terkait kepulangan 22 pelajar asal Mimika dari Lokon Manado, Sulawesi Utara.

Pertemua dari tiga pilar tersebut  berlangsung di ruang pertemuan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (9/9/19) siang.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S. IK, MH usai pertemuan mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan oleh Polres Mimika dan dihadiri oleh Kadis pendidikan dan Ketua Tim Transisi LPMAK untuk mengklarifikasi kepulangan sejumlah pelajar dan mahasiswa asli Mimika dari kota studi Lokon Manado Sulawesi Utara.

"Pada kesempatan ini kami mengundang kadis pendidikan dan LPMAK untuk mengklarifikasi kepulangan pelajar dan mahasiswa dari Lokon," kata kapolres .

Kata dia, kehadiran TNI Polri dalam pertemuan tersebut untuk mencari solusi terhadap isu yang berkembang terkait rasisme hingga ketidaknyamanan pelajar dan mahasiswa yang berada di kota studi.

"Kami (TNI-Polri) hadir untuk mencari solusi bersama terhadap isu yang berkembang terkait isu sentral mengenai rasisme adanya ketidak amanah terhadap warga Papua," ungkapnya.

Ia menjelaskan, alasan kepulangan sejumlah pelajar dan mahasiswa dari kota studi Manado bukan karena perintah Bupati Mimika dan juga tidak berdasarkan pertimbangan keamanan, yang mana para pelajar dan mahasiswa disana melaksanakan aktifitas belajar seperti biasa dan tidak ada penyerangan, persekusi dan ujaran kebencian dari masyarakat disana.

Namun kepulangan tersebut lantaran adanya intimidasi oleh pihak tertentu. Hal tersebut yang sedang didalami oleh pihak Kepolisian terkait penyebab kepulangan pelajar dan mahasiswa dari Manado.

"Jadi peristiwa adanya mahasiswa maupun pelajar yang pulang ke Papua (Timika) itu tidak berdasarkan pertimbangan alasan keamanan, tidak ada penyerangan, persekusi ujaran kebencian, tapi yang perlu kami lakukan penyidikan," jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Transisi LPMAK Abraham Timang, SE mengatakan, sebanyak 175 pelajar SMA yang dibiayai oleh LPMAK, 22 diantaranya telah pulang ke Timika lantaran keamanan. Untuk menjamin keamanan mereka disana, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian setempat untuk memberikan rasa aman kepada mereka selama mereka menempuh pendidikan.

"Iya saya akan berkomunikasi dengan pihak keamanan supaya kita bersama-sama memberikan kenyamanan kepada peserta kita yang ada diluar Papua yang terebar di Jawa Bali den Sulawesi," kata Abraham ketika ditemui usai pertemuan di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (9/9).

Dirinya berharap agar persoalan tersebut cepat selesai dan para pelajar dan mahasiswa yang pulang ke Timika bisa difasilitasi kembali ke kota studi untuk melaksanakan studi. Karena tujuan LPMAK mengirim mereka untuk bersekolah agar kelak mereka akan kembali untuk membangun negeriya.(Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika