Main Area

Main

Legenda Tinju Pino Bahari Dinobatkan Sebagai Anak Adat Papua

TIMIKA, TABUKAnews.com - Legenda Tinju Indonesia Pino Bahari di nobatkan sebagai anak adat Papua sekaligus tamu kehormatan bagi insan olahrga di Kabupaten Mimika dengan proses adat injak piring dan pengalungan Tas Noken dan Topi ala Papua. Pino yang datang ke Timika sebagai tamu kehormatan pada pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) III KONI Mimika dan tampil dalam Talk Show untuk memberikan motivasi bagi pengurus KONI, Cabor dan seluruh atlet dari berbagai cabang.

Melalui Forum Atlet sekabupaten Mimika yang di motori oleh Cabor Persatuan Atletik Seluru Indonesia (PASI) kabupaten Mimika, Pino Bahari yang didaulat sebagai anak adat yang ditandai dengan menginjak piring besar sebagai tanda Pino Bahari menjadi bagian dari Papua. 

Selain prosesi injak piring, Pino Bahari juga dikalungkan Noken yang merupakan tas khas Papua berisi pinang dan dipasangkan topi dari tali rotan dan bulu cendrawasih  secara bergantian disematkan oleh sesepuh atlet PASI Mimika Ny Agustina Wayoi yang memandu prosesi injak piring.Lalu penyematan topi bulu Cendrawasih dilakukan oleh Ketua Harian KONI Mimika, Cessar Avianto Tunya dan penyerahan Tas Noken oleh Wakil Ketua KONI Mimika, Richard Waromi.

“Apa yang telah diberikan Pino Bahari dalam memberikan motivasi kepada seluruh insan olahraga dalam Raker adalah sangat berarti dan bermakna dalam memberikan support dan memotivasi bagi seluru atlet.Karena apa yang telah diberikan sangat berguna dan luar biasa sehingga kami memberikan penghargaan kepada Pino Bahari.Proses ini adalah proses adat yang disakralkan dan menjadi tanda bahwa Pino Bahari menjadi bagian dari anak Papua,”jelas Ny Agustina Wayoi saat memandu proses pengukuhan di sela-sela pelaksanaan Raker KONI hari kedua, di Aula Cendrawasih Hotel Seray, Jumat (12/1).

Sementara itu, Ketua Harian KONI Mimika,Cessar Avianto Tunya, SH,MH saat menyematkan topi khas Papua yang terbuat dari bulu Cendrawasih mengatakan,dengan proses adat yang dilakukan ini menjadi momen untuk kebangkitan olahraga di Mimika.

“Pino Bahari karena sudah menerima proses adat ini sehingga ada beban atau tanggungjawab moril untuk membantu dan mendorong serta memotivasi seluruh atlet olahraga di Mimika untuk bisa berprestasi dan kalau bisa Pino bisa mengorbitkan petinjua-petinju Papua untuk bertanding di luar negeri,”pintanya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Raker Agus Hugo Krey, bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan kecintaan atlet-atlet Papua atas prestasi Pino Bahari yang menjadi legenda olahraga di Indonesia yang merupakan pertama kali menginjakkan kaki di tanah Papua.

Pino Bahari adalah yang tertua dari Bahari Bersaudara, anak dari pelatih dan promotor tinju Daniel Bahari.Pino Bahari adalah mantan petinju amatir Indonesia, peraih medali emas kelas menengah Asian Games 1990 di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok dan peraih medali perak Sea Games XVIII di Chiang Mai. Kini Pino Bahari berprofesi sebagai promotor tinju sebagai asisten dari ayahnya, Daniel Bahari.Pino Bahari adalah kakak dari Nemo Bahari, Champ Bahari dan Daudy Bahari, semuanya adalah petinju atau mantan petinju nasional Indonesia.

Pino, si sulung, tercatat sebagai peraih medali emas kelas menengah Asian Games Beijing di usia 16 tahun(1990) dan medali perak SEA Games XVIII Chiang Mai (Muangthai). Di masa jayanya, Pino tak hanya diidolakan penggemar tinju karena prestasinya, namun ju ga dikagumi para wanita muda karena ketampanannya. Tak hanya di Indonesia, saat Pino bertanding di Taiwan pun gadis-gadis setempat berebut foto bersama petinju asal Solo itu. Apalagi di luar ring tinju Pino terkenal berpembawaan tenang, kalem, dan murah senyum. Helmut Kruger, salah seorang pelatih tinju Indonesia asal Jerman Timur menjuluki Pino 'anak manis yang harus lebih besar kepala'.

Setelah gantung sarung tinju, Pino kini menjadi manajer bisnis Daniel Bahari (DB) Promotion, perusahaan promotor tinju milik sang ayah. Tak hanya itu, Pino juga sibuk melatih adik bungsunya, Daudy bertinju.Pino Bahari merupakan salah satu atlet yang dinobatkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan penghargaan kepada 286 legenda olahraga. Para olahragawan berprestasi yang telah menorehkan catatan prestasi membanggakan bagi Indonesia dalam berbagai event Internasional dan juga multi event dari level SEA Games, Asian Games, hingga olimpiade.Anugerah bagi para legenda olahraga ini diberikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (13/12/2016) lalu.(Tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika