Main Area

pesparawi xiii
DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

Main

Kunker ke Pasar SP2, Komisi B DPRD Temukan Bangunan Mubasir

TIMIKA - Hari kedua kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker), DPRD Komisi B melihat langsung kondisi Pasar SP2. Dari Kunker ke Pasar SP2, ditemukan ada dua bangunan yang dibangun sia-sia atau mubasir, karena tidak digunakan oleh pedagang untuk berjualan. 

Dua bangunan mubasir di Pasar SP2, dibangun khusus untuk Mama-mama Papua, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Mimika. 

Kunker Komisi B DPRD ke Pasar Sentral dipimpin langsung Ketua Komisi B, Rizal Pata'dan didampingi Sekretaris Disperindag Ignatius Yoga Pribadi dan Staff Disperindag, Anggota Komisi B lainnya. 

Komisi B DPRD Mimika tidak saja berkunjung untuk melihat bangunan dan tata kelola pasar, tetapi juga dialog dengan beberapa pedagang yang menempati los juga lapak, serta Mama-mama Papua. 

Ketua Komisi B DPRD,  Rizal Pata’dan menyayangkan dua bangunan mewah yang dibangun dengan anggaran yang cukup besar namun tidak di tempati.

“Ini sangat tidak tepat sasaran, dibangun dengan menggunakan anggaran lalu tidak digunakan untuk berjualan. Hal ini tergolong pemborosan dan tidak tepat sasaran, ini nantinya akan menjadi bahan diskusi dan perdebatan kita dengan OPD tehnis dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ungkap Rizal. 

Rizal menambahkan, dua bangunan yang telah dibangun, seharusnya digunakan oleh Mama-mama Papua untuk berjualan hasil perkebunan dan tani. Sehingga tidak terkesan hambur-hambur uang untuk gedung mubasir. 

Rizal menambahkan, Pasar SP2 adalah Pasar Swadaya dan dikelola oleh pihak swasta. Meskipun demikian, seharusnya ada tanggung jawab dari OPD teknis untuk membantu menata dan mengatur para pedagang. 

Ditempat yang sama, Anggota Komisi B lainnya, Mathius Uwe Yanengga meminta agar Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika,  untuk bisa menata dan menertibkan pedagang, dan lapak yang sudah dibangun untuk difungsikan sesuai peruntukkannya.

“Ini Pemerintah lemah dan terkesan tidak berdaya untuk mengurus dan menata Pasar SP 2 ini, walaupun ini pasar diklaim ada pemiliknya  namun harusnya bisa dikoordinasikan, sehingga pasar ini layak untuk dikunjungi oleh pembeli. Bangunan sudah dibangun dengan susah payah dan dengan anggaran yang tidak sedikit, tapi dibiarkan terbengkalai. Ini harus segera ada penanganan khusus, termasuk status pasar SP 2 ini siapa penanggungjawabnya, agar ada Pendapatan Asli Daerah yang bisa masuk ke kas daerah,” ungkap Yanengga.

Sementara Wakil ketua Komisi B, Herman Gafur,SE mendesak pemerintah melalui dinas tehnis, untuk menata Pasar SP 2, sehingga tidak terkesan Pasar SP 2 ini pemerintah lepas tangan karena ada pihak ketiga yang punya status kepemilikan.

“Pedagang yang berjualan disini harus jelas statusnya, sebab selama ini mereka tidak diatur terutama soal kewajiban yang harus disetor kepada pemerintah atau siapa. Pemerintah tidak boleh tinggal diam soal ini, sebab para pedagang juga disini mereka ingi mencari nafkah. Harus jelas retribusinya disetor kepada pihak pengelola atau kepada Pemerintah, serta Pemerintah harus bisa turun untuk menata Pasar SP 2 ini sehingga pasar ini layak untuk dikunjungi,” tegas Herman.

Dari pantauan di lapangan, terlihat dua bangunan Pasar tidak dimanfaatkan oleh Mama mama Papua untuk berjualan, bahkan mereka memilih berjualan diatas trotoar dan diatas tanah bagian depan pintu utama. Selain itu, bangunan lapak dan los yang ada di pasar SP 2 tidak teratur , bangunan kios dan lapak dibangun sembarangan. Diharapkan Pemerintah bisa segera menindak lanjuti status Pasar SP2 dan lapak berjualan, agar tertata dengan rapi dan bersih.

DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika