Main Area

pesparawi xiii
DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

Main

Kunker ke Pasar Sentral Komisi B DPRD Akan RDP Dengan Disperindag dan Pedagang Pasar Sentral

TIMIKA - Komisi B DPRD Mimika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pasar Sentral, pada Rabu (28/10). Hasil Kunjungan Kerja, Komisi B akan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pedagang, juga warga yang bertempat tinggal di Lingkungan sekitar Pasar Sentral. 

Agenda R D P lantaran adanya aspirasi dari warga dan pedagang di Pasar Sentral, yang disampaikan kepada langsung kepada Komisi B DPRD yang turun ke Pasar saat itu untuk bertemu mereka serta Kepala Disperindag Kabupaten Mimika. 

Kunker Komisi B DPRD ke Pasar Sentral dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Rizal Pata’dan,ST, Wakil Ketua Komisi, Herman Gafur, Sekretaris Komisi, Tanzil Azharie,SE, dan sejumlah anggota Komisi, Mery Pongutan, Anthon Palli,SH, M Nurman Karupukaro, dan Mathius Uwe Yanengga. Para Wakil rakyat ini didampingi Kepala Disperindag Michael Gomar. 

Dalam kunjungan kerja, Komisi B bertatap muka langsung dengan sejumlah pedagang dan warga disana.  

Rombongan Komisi B di dampingi Kadisperindag Michael Gomar juga menyusuri seluruh los, lapak dan blok penjual atau pedagang yang ada di dalam Pasar Sentral.

Ketua RT 13 Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru,  Yosep Mlahri meminta kepada Komisi B agar dapat membantu menyampaikan kepada Pemerintah dalam hal ini Disperindag untuk bisa membuat tiga pintu utama. Pintu ini menjadi akses sementara pedagang dan warga di sekitar Pasar Sentral, sebelum akses jalan benar benar bisa difungsikan. 

"Sebagai Ketua RT, saya berharap ada kebijakan dari Pemerintah untuk membuka pintu bagian barat, bagian timur dan pintu bagian Utara untuk memperlancar akses pedagang dan warga disana dalam beraktivitas ke pasar," kata Yosep. 

Sementara itu salah satu warga, Arifin meminta kepada Pemerintah Daerah untuk tetap memberikan pertimbangan terkait pintu yang menjadi akses bagi mereka yang tinggal diluar pagar dan jalannya belum diaspal. 

"Kiranya Pemerintah bisa memberikan kebijakan agar tetap ada pintu satu atau dua saja, untuk akses bagi warga yang punya rumah dan tanah di luar pagar Pasar Sentral. Sambil menunggu akses jalan yang akan diaspal selesai dibangun pemerintah daerah melalui Dinas PU. Kami mohon ada pertimbangan kemanusian bagi warga yang ada disekitar pasar dengan membuka pintu untuk akses warga,” pinta Arifin.

Warga lainnya, Andreas Gobay dihadapan anggota Komisi B dan Kadisperindag mengaku sangat kecewa, dengan sikap tegas tanpa kompromi terkait penutupan akses pintu di sekitar Pasar Sentral. Sementara  akses jalan sementara belum selesai.

“Seharusnya kemarin itu Kadisperindag meminta pendapat dari warga sebelum mengambil langkah penutupan pintu yang dijebol warga. Gara gara penimbunan dan menutup parit kecil, sehingga rumah kami dimusim hujan seperti saat ini terjadi genangan air. Harusnya terlebih dahulu bermusyawarah dengan warga RT 13, tidak langsung menutup akses jalan,” keluh Andreas.

Menanggapi adanya aspirasi dari beberapa warga dan pedagang, Ketua Komisi B Rizal Pata’dan,ST mengaku akan mencarikan solusi, dan akan membicarakan hal ini dalam Rapat Dengar Pendapat.

“Karena Pemerintah dan DPRD hadir untuk melayani masyarakat. Berdasarkan aspirasi dan usulan dari warga, maka Komisi B akan mengundang warga dan Disperindag untuk bisa duduk bersama dan mencari jalan keluarnya. Saya kira kita ini semua punya tugas untuk sama sama membantu Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan, karena itu nanti kami Komisi B akan mengundang berbagai pihak untuk duduk mencari mana yang terbaik,” tegas Rizal.

Sementara itu, ditempat yang sama Wakil Ketua Komisi B, Jerman Gafur menambahkan Pemerintah melalui Disperindag sedang melakukan penataan Pasar Sentral, sehingga Asset pasar ini bisa benar benar menjadi pasar yang baik dan tertib dalam segala hal. 

“Di Pasar Sentral ini sebenarnya banyak persoalan, mulai dari akses jalan, penataan pedagang, kepemilikan los dan kebersihan. Namun secara perlahan telah coba dibenahi oleh Kadisperindag yang baru dan kini mulai baik, karena itu perlu dukungan dari semua warga dan pedagang. Persoalan penutupan pintu adalah langkah pemerintah untuk menertibkan Pasar Sentral, namun disisi lain memang juga harus dipikirkan untuk akses bagi warga yang ada di sekitar pasar ini. Sehingga diharapkan semua perlu saling mendukung dan memahami apa yang menjadi program pemerintah,” jelas Herman.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Mimika, Michael Gomar menegaskan, penutupan akses pintu pintu yang dijebol warga di sekitar pasar adalah perintah Bupati Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob dan Sekda Jenny O Usmany, demi menata dan memperbaiki sistem pengamanan di Pasar Sentral.

“Saya diperintahkan oleh pimpinan saya untuk menutup seluruh akses pintu di sekitar pasar, karena ini perintah, sehingga selaku bawahan harus menjalankan. Kami sudah mensosialisasikan dan melakukan rapat beberapa kali terkait penutupan pintu pintu, dan langkah selanjutnya juga kami sudah berusaha untuk membuat akses jalan disekeliling tembok ini dengan membuat jalan agar tetap ada akses jalan," Jelas Gomar. 

Michael Gomar menambahkan, Disperindag telah membantu menimbun jalan, dan sudah berkoordinasi dengan Dinas PU,  agar diprorgamkan pengaspalan jalan.  

"Jadi mohon warga dan pedagang yang tinggal di sekeliling pagar ini, untuk bisa bersabar dan semoga tahun 2021 mendatang akses jalan sudah bisa di aspal. Jadi sudah ada akses jalan, siapa yang bilang belum ada. Mari kita lihat bersama,” ungkap Gomar. 

Terkait penutupan pintu pintu yang dijebol, Gomar mengatakan dirinya sudah melalui seluruh tahapanan  dari sosialiasi dan melakukan pertemuan beberapa kali dengan warga dan RT setempat.

DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
Sekwan DPRD Kabupaten mimika, Ucapan HUT Kab.Mimika
2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika