KRONOLOGIS TIDAK HADIRNYA PERSIPURA JAYAPURA SAAT HADAPI MADURA UNITED

KRONOLOGIS TIDAK HADIRNYA PERSIPURA JAYAPURA SAAT HADAPI MADURA UNITED

Jayapura,TabukaNews.com

Laga Persipura Jayapura vs Madura United (MU) tanggal 21 Feb 2022 itu adalah laga tunda, harusnya dimainkan tanggal 1 Feb 2022, kenapa ditunda ? Karena MU bermasalah, banyak pemain terpapar covid-19.

Berapa pemain MU yang positif covid-19 saat itu ? Tidak jelas ! 

Tetapi LIB menerima permohonan Madura dan menggelar Emergency Meeting tanggal 1 Feb 2022 pukul 11.00 WITA.

Kenapa jumlah pemain MU yang terpapar Covid-19 menurut kami Tidak Jelas ? Karena baik LIB maupun MU tidak pernah memperlihatkan bukti berupa data pemain MU yang terpapar Covid-19 saat emergency meeting maupun setelah emergency meeting (saat menyampaikan surat keputusan emergency meeting kepada kami, tanpa dilampirkan bukti data pemain yang terpapar covid-19).

Bahkan seingat kami, saat Emergency Meeting, LIB dan perwakilan MU, menyampaikan info yang berbeda-beda, ada yang 24, ada yang 22 dan ada yang 18. Bukti yang bisa dicari, bila saat ini anda coba googling maka anda temukan angka yang berbeda-beda terkait jumlah pemain MU yang terpapar Covid-19 saat itu, ada media yang menulis 24, ada yang 22, dan anehnya PSSI di websitenya justru menulis 19. 

Bahkan, pihak MU, kepada media, menyampaikan bahwa pemain MU yang terpapar Covid-19 justru kurang dari 14 orang. (Bola.net, judul : Badai Covid, Laga Persipura VS Madura United Ditunda).

Kami menduga LIB tidak melakukan re-test (tes pembanding) kepada pemain MU yang positif covid saat itu, kalaupun dilakukan pada tanggal 1 feb 2022, maka hasil tes baru diketahui paling cepat pukul 13.00 WITA, sementara emergency meeting sudah dilakukan pukul 11.00 WITA, artinya LIB sudah memutuskan lakukan emergency meeting dan menunda pertandingan sebelum mengetahui hasil re-test atau tes pembanding (bila dilakukan). 

Dan kalau pun dilakukan dan hasilnya sudah ada, kenapa tidak ditunjukkan saat emergency meeting, karena itu adalah syarat administratif agar dilakukan penundaan berdasarkan penjelasan pasal 52 ayat 7 regulasi BRI Liga 1. (Penjelasan pasal 52 ayat 7 tersebut ialah penyebutan kurang dari 14 pemain itu terhitung bagi satu tim yang terpapar Covid-19 secara massal dan DIBUKTIKAN dengan tes medis yang menunjang dan akurat), Bukti itu tidak pernah kami lihat, hanya mereka dan Tuhan yang tahu.

Bahkan kejadian aneh terjadi saat Sidang Komisi Disiplin, saat LIB ditanya Komdis ada berapa pemain Madura yang negatif dan layak main saat tanggal 1 Feb 2022 ? Dijawab 13 pemain, saat Dokter Satgas LIB ditanya Komdis berapa pemain MU yang positif Covid-19 saat itu ? Dijawab 22 pemain, dan saat Komdis meminta LIB untuk melihat berapa jumlah pemain MU yang didaftarkan di sistem LIAS, dijawab MU daftarkan 33 pemain. Bagaimana bisa hal aneh ini terjadi ? Yang negatif 13, yang positif 22, jumlahnya 35, sementara MU hanya daftarkan 33 pemain, 2 pemain lagi dari mana ? Dan ini terjadi di Sidang Komisi Disiplin yang terhormat.

Namun, kami dari Persipura memilih berpikir manusiawi dan berbelas kasih, kami melampaui syarat-syarat administrasi tadi, bagi kami ini adalah musibah, kami berbesar hati menerima permohonan penundaan tersebut, dengan harapan diperlakukan sama bila tertimpa musibah, namun sayang, saat kami dirundung duka yang sama permohonan kami ditolak mentah-mentah oleh LIB, adilkah ini ?

Bagi kami ini sudah bukan lagi soal jumlah berapa yang positif atau negatif, tetapi rasa keadilan dan kemanusiaan, karena jumlah pemain MU saat tanggal 1 feb 2022 pun tidak jelas, bahkan ada pemain yang cedera, diakui LIB pada website ligaindonesiabaru.com, bahwa pertandingan Persipura vs Madura ditunda karena beberapa pemain Madura terpapar Covid dan CEDERA, dan pengakuan LIB saat Sidang Komisi Disiplin, bahwa ada 1 pemain MU yang cedera, namun ketika kami pertanyakan kepada LIB saat kami ajukan permohonan penundaan, LIB bersikeras bahwa saat 1 feb 2022 itu tidak ada pemain MU yang cedera semua murni Covid-19, setelah kami tunjukkan bukti yang ditulis media, baru diakui bahwa memang ada yang cedera. Ada apa ?

Saat laga tanggal 21 feb 2022 itu terdapat 2 (dua) pemain kami yang terkena akumulasi kartu kuning yang kami laporkan ke LIB sebagai pemain yang berhalangan main, namun ditolak oleh LIB, menurut LIB kedua pemain tersebut masuk kategori pemain yang layak main berdasarkan regulasi pasal 52 ayat 7, kami protes, karena sudah pasti pemain akumulasi tidak bisa main karena melanggar regulasi pasal 56 ayat 3, namun protes kami diabaikan oleh LIB, bagi kami mengakui pemain akumulasi sebagai pemain yang layak main adalah pelanggaran terhadap regulasi, berarti LIB melanggar regulasinya sendiri.

Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, LIB berkewajiban melakukan tes PCR bagi seluruh personil klub satu hari sebelum pertandingan (H-1), baik pemain yang di hotel tim, maupun pemain yang sedang isolasi di karantina, namun aneh, saat Tim Persipura lakukan PCR tanggal 20 Feb 2022, 4 (empat) pemain kami yang berada di karantina sama sekali tidak di tes PCR oleh LIB, kami 2 (dua) kali menghubungi LIB untuk lakukan tes PCR bagi keempat pemain tersebut, dan dijawab mereka akan dicek untuk di tes PCR, namun sampai hari berakhir, keempat pemain tersebut tidak di tes PCR, ada apa ?

Pada tanggal 21 Feb 2022, di hari pertandingan tersebut, Tim Persipura tetap menjalani persiapan seperti biasa, saat sore hari menjelang meeting tim untuk pertandingan, 2 (dua) pemain merasakan adanya gejala, sakit tenggorokan, kami arahkan Dokter tim untuk lakukan tes antigen bagi kedua pemain, dan hasilnya, satu positif dan satu negatif, kami panik dan khawatir terjadi hal yang sama dengan pemain dan atau ofisial lainnya, kami laporkan kepada LIB via WhatsApp, dengan mengirim bukti foto hasil tes antigen positif tersebut, kami sampaikan bahwa, ada pemain bergejala, kami antigen hasilnya positif, mohon LIB mengirim tim KF (Kimia Farma) atau Tim Labkes untuk memastikan lagi, kami khawatir antigen kami salah, dan kami sampaikan juga bahwa kami khawatir pemain lainnya dalam masa inkubasi, karena pemain yang positif antigen tersebut, saat tes PCR sehari sebelumnya hasilnya negatif. namun sayang, laporan dan pesan yang kami kirim ke LIB hanya dibaca dan sama sekali tidak dibalas.

Khawatir dengan kondisi tim yang sekarat, dan ada kemungkinan masa inkubasi pada pemain lainnya, seperti yang kami sampaikan, kami berharap mendapat respon dari LIB, ternyata tidak, menunggu respon LIB yang sangat lama tanpa kabar, kami berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan, dari diskusi dengan pimpinan diputuskan tidak ke stadion, situasi tersebut berbahaya buat pemain dari segi kesehatan, dan berpotensi menukarkan virus pada pemain lainnya, mengingat 3 (tiga) hari kemudian (tanggal 24 Feb 2022), kami harus main lagi melawan Bali United, bila dipaksakan jumlah pemain positif covid akan bertambah.

Ternyata, dugaan kami benar terkait masa inkubasi, keesokan harinya (tanggal 22 Feb 2022), seluruh personil tim kami lakukan tes antigen dan hasilnya 5 orang positif, 5 orang tersebut kami lakukan tes PCR di Labkesda yang ditunjuk dan bekerjasama dengan LIB, hasilnya, 5 orang tersebut positif covid-19.

Bahwa LIB berpendapat bila jumlah pemain kami yang terpapar covid-19 saat itu tidak memenuhi syarat untuk ditunda, apakah saat penundaan pertama sesuai prosedur ? Tidak juga. Lantas kenapa LIB tidak merespon laporan kami terkait adanya pemain positif antigen sesaat sebelum ke stadion ? 

Kami berkesimpulan saat itu kami dipaksakan untuk bertanding, ini bukan gambaran sebuah keadilan dan kemanusiaan, setelah kami bersedia menerima kesulitan saat lawan sakit, kami justru dipaksa bermain saat sakit dengan lawan yang sama dan dalam keadaan segar bugar.

Inilah kronologis yang bisa kami sampaikan, dan semua bukti-bukti atas data dan fakta diatas sudah kami sampaikan seluruhnya saat Sidang Komisi Disiplin PSSI, kami dihukum sanksi dan denda, LIB hanya di denda, menurut mereka ini adil.

Kesalahan kami tidak datang ke stadion, dengan alasan yang jelas. kesalahan LIB ? Silahkan dihitung. Terimakasih. ( **)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata