Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

KPU Cabut Kasasi Dan Keluarkan SK Penetapan Baru

Suasana pertemuan Tim Omtob dengan komisioner KPUD Mimika

Timika- Tabukanews.com - Setelah melakuka perundingan secara internal yang tadinya bersikukuh belum bisa mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru karena sudah dimasukkannya Kasasi terkait keputusan PT TUN yang memenangkan gugatan Omtob yang menyatakan bahwa KPU Mimika diminta menggugurkan SK 05 tentang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang dikeluarkan sebelumnya, Akhirnya KPU Mimika akan mencabut Kasasi tersebut dan selanjutnya akan dikeluarkannya SK Penetapan baru yang menyatakan bahwa pasangan Omtob dan Mariyus masuk dalam calon Bupati dan wakil Bupati mimika pada Pilkada Mimika tahun 2018.

Pernyataan akan dicabutnya Kasasi dan dibuatkannya SK Penetapan baru tersebut disampaikan langsung oleh Komisioner KPU Mimika Divisi Teknis Derek Mote kepada wartawan dikantor KPU Mimika, Rabu (4/4) setelah melakukan perundingan secara internal. Dalam pernyataannya Derek mengatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti putusan PT TUN Makasar dengan mencabut Kasasi yang telah diajukan dan mengeluarkan SK penetapan yang Baru.

“Kami akan mencabut Kasasi putusan PT TUN Makasar dan menindak lanjuti putusan PT TUN dengan mengeluarkan SK penetapan baru dan Omtob dan Mariyus ikut menjadi calon,”tutur Derek.

Derek menjelaskan bahwa pihaknya hari ini, Kamis (5/4) akan berangkat ke Makasar untuk mencabut Kasasi tersebut setelah itu membawa tanda terima pencabutan Kasasi untuk menindak lanjuti dibuatkannya SK penetapan baru.

“SK tersebut secepatnya akan kami plenokan secepatnya setelah kami sudah terima tanda terima pencabutan Kasasi tersebut. Kami pastikan besok sore SK sudah ada,” jelas Derek.

Perlu diketahui sebelumnya Dari pantauan Harian Papua dalam pertemuan tersebut terjadi ketegangan dimana perwakilan massa pendukung Omtob medesak agar KPU Mimika segera mengeluarkan SK baru. Bahkan perwakilan massa Omtob tersebut mengancam akan menduduki kantor KPU sampai dikeluarkannya SK Penetapan baru.

Sementara itu Ketua KPU Mimika T Ocefina Magal mengatakan mengapa pihak KPU Mimika belum bisa mengeluarkan SK baru hal tersebut karena pihaknya sudah mengajukan kasasi terkait putusan PT TUN tersebut. Menurutnya terkait putusan PT TUN tersebut pihaknya sudah melaksanakan yaitu mencabut dan membayarkan denda administrasi.

"Kasasi sudah kami ajukan jadi selama 20 hari akan melihat hasilnya sehingga bisa menetapkandan memutuskan. Dari kemarin kita sudah mengajukan kasasi jadi harus tunggu," tutur Oce.

Sementara itu Komisioner KPU Mimika Yoel Luis Rumaikewi mengatakan bahwa KPU tidak pernah menjanjikan akan memberikan SK di hari rabu (4/4) "Itu harus dicatat baik sehingga ini jangan jadi polemik di masyarakat bahwa KPU menjanjikan halini" tegasnya.

Ia juga menyebutkan pihak KPU mempunyai hak untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi dan itu sudah diajukan/

"Kami sudah ajukan dan Sudah diterima dab kami sudah menyiapkan rekasasinya sudahdimasukan ke PT TUN dan pembayaran-pembayaran administrasi sudah daftar," jelas Yoel.

Yoel juga menjelaskan amar kasasi yang diajukan lewat PT TUN yang akan dibawah ke MA akandiajukan hingga batas waktu 20 hari lagi. "Jadi setelah 20 hari kita akan melihat hasilnya seperti apa dan sudahh pasti secara aturan kamiakan menetapkan atau memutuskan hasilnya seperti apa," ungkapnya.

Selanjutnya, Yoel katakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi yang lebih tinggi dari KPUD dan semua keputusan dikembalikan kepada daerah namun saat itu yoel tidak bisa menyebutkan kepada siapa KPU berkoordinasi.

"Saya kira tidak perlu tau dan saya tidak perlu menyebutkan siapa, tetapi semua keputusan dikembalikan ke daerah," ujarnya.

Mendengar penjelasan dari ketua KPU maupun dari Komisioner KPU Yoel Luis Rumakewy, salah satu tim kuasa hukum OMTOB Iwan Anwar menegaskan KPU tidak perlu ajukan kasasi karena disini KPU tidak dirugikan.

"Sekarang bukan rahasia lagi seolah-olah KPU ini menjadi sponsor salah satu calon, " serunya. Ia tegaskan kepada ketua KPU untuk bisa mengambil keputusan yang bijaksana sehingga tidak harus menimbulkan konflik.

"Jangan egois karena nanti bisa mengacaukan daerah ini dengan putusan yang tidak adil," ungkap Iwan.

Ia mengatakan dalam putusan PT TUN sudah jelas bahwa OMTOB diikutkan dalam pilkada.

"Apa kepentingan dari KPU untuk ajukan kasasi sementara KPU adalah penyelenggara yang harusindependen dan saya kira ketua KPU tidak akan dirugikan jika menjalankan perintah PT TUN,"serunya lagi.

Iwan meminta agar KPUD Mimika memberikan etika yang baik,rasional, bahkan dengan pembatalan SK 05 oleh PT TUN maka yang dirugikan bukan hanya OMTOB saja tetapi juga empatpasangan lainnya.

Setelah mendapatkan kepastian akan diterbitkannya SK penetapan baru calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada Pilkada 2018 yang menyatakan Omtob ikut dalam Pilkada tersebut akhirnya massa Omtob yang tadinya mengancam akan menduduki kantor KPU apabila KPU Mimika tidak mengeluarkan SK mereka satu persatu meninggalkan kantor KPU.(tim).

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika