KPK Mimika dan Jengge-jengge Telah Berdamai di Polres Mimika

 KPK Mimika dan Jengge-jengge Telah Berdamai di Polres Mimika

Timika, TabukaNews.com -  Yoyep Temorunun, SH  mengatakan kasus laporan dugaan ujaran kebencian via media sosial yang dilakukan pemilik akun, Jengge-jengge, yang dilayangkan pihaknya ke Polres Mimika, kini telah berada dalam tahap pendamaian dan hasilnya telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan saling meminta maaf di Kantor Polres Mimika, Kamis (23/06/2022).

“Bahwa sehubungan dengan laporan pengaduan kami KPK Kabupaten Mimika di Polres Mimika pada tanggal 20 Juni terkait akun facebook milik Jengge-jengge yang membuat suasana menjadi gaduh di media sosial. Hari ini kami kedua belah pihak telah menyelesaikan secara kekeluargaan di Polres Mimika,” ujarnya.

Dalam penyelesaian kasus itu turut melibatkan keluarga terlapor, yang berarti menyudahi bentrok kedua kelompok, yang tidak bisa serta merta dilibatkan kepada perwakilan suku tertentu. Menurutnya hal ini murni pertikaian sekelompok orang tanpa embel-embal latar belakang suku. Ia mengimbau seluruh elemen dan lapisan masyarakat turut menjaga dan mengupayakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) demi kebaikan bersama.

“Di mana dalam penyelesaian tersebut akun facebook Jengge-jengge diwakili orang tuanya dan keluarga. Kami telah menyelesaikan di Polres Mimika termasuk dua oknum yang menggunakan senjata tajam yang sebelumnya saling adu kekuatan kini telah saling memafkan. Masalah tersebut murni kelompok dan tidak mengatas nama suku. Sehingga perlu kami sampaikan ke publik bahwa masalah tersebut telah didamaikan di Polres Mimika dan kedua belah pihak saling memaafkan satu sama lain,” bebernya.

Selain penyelesaian masalah di hadapan petugas Polres Mimika, pemilik akun Jengge-jengge wajib hukumnya melakukan mengklarifikasi dengan meminta maaf di media sosial sesuai hasil kesepakatan yang telah ditandatangani di Polres Mimika, sebagaimana sebelumnya dugaan ujaran kebencian tersebut telah dilaporkan Ketua KPK Mimika.

“Dan akun facebook Jengge-jengge akan membuat permintaan maaf di facebook terkait postingan ujaran kebencian. Dan perlu kami tegaskan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan semua pihak diharapkan turut menjaga Kamtibmas di Kabupaten,” harapnya.

Ia juga mengimbau bagi seluruh warga agar tidak gampang terseret dalam suatu konflik yang terjadi, hanya karena gara-gara iming-iming tertentu harga diri kebersamaan asal daerah atau suku tercoreng. Di mana hal ini akan merugikan banyak pihak yang tidak bersalah, karena gara-gara pihak lain yang punya kepentingan  mengorbankan orang banyak . Ia mengimbau warga untuk bijaksana dan mawas diri, sehingga tidak mudah terpancing provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab. Segala permasalahan pasti ada jalan keluar, selama ada niat untuk menyelesaikan dengan baik-baik.

“Perlu tegaskan bahwa masalah di lapangan bukan masalah suku tetapi itu person pribadi dan tidak ada nama suku. Dan pihak lain yang selalu menggunakan jasa kelompok di lapangan dalam menyelesaikan masalah dengan pendekatan diplomasi komunikasi yang baik dan menghindari gesekan di lapangan,” katanya lagi.

Dalam penyelesaian berbagai perselisihan atau konflik di masyarakat, Negara telah menyediakan jalur hukum dan pihak-pihak mencari keadilan silakan menempuh dengan jalur Pengadilan itu jauh lebih elegan dan terhormat tanpa ada gesekan dengan pihak lain disitulah keadilan yang sesungguhnya. Oleh karenanya itu warga diminta untuk mengadukan segala masalahnya kepada pihak berwenang terkait agar proses hukum bisa berjalan tanpa harus sewenang-wenang tanpa main hakim sendiri yang berdampak merugikan diri sendiri dan orang. Seperti dicontohkannya, perihal sengketa tanah yang marak di Mimika, harus mengikuti prosedur hukum agar ada titik terang dan menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Kalau ada masalah yang tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan ada jalur hukum yang harus ditempuh. Jika berkaitan masalah tanah silakan ajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Timika dari pada dengan cara yang akhirnya merugikan banyak pihak. Jika unsur penyerobotan tanah ada Sertifikat, pihak Kepolisian memproses secara hukum pihak-pihak yang secara sengaja dan sadar masuk dan menguasai tanah milik orang lain sehingga memberikan efek jera,”  tutunya.(Manu)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata