Main Area

pesparawi xiii
dprd kabupaten mimika

Main

Korban Banjir Butuh Makanan dan Akses Jalan

Timika, TabukaNews.com –  Warga korban banjir di Jalan Trans Nabire yang mengalami dampak terparah saat ini membutuhkan makanan, juga akses jalan menuju ke Kota Timika akibat jalan terputus.
Hal itu dikemukanan salah satu warga Yonathan W, dihadapan anggota DPRD Mimika Komisi C, saat melakukan kunjungan, Selasa (28/7/20) saat meninjau langsung lokasi banjir yang menyebabkan jalan Trans Nabire yang menghubungkan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai terputus.
Nathan sapaan akrabnya mengatakan bahwa saat ini dirinya dan keluarga lainnya tidak bisa kembali ke PT PAL lantaran jalan terputus, dampakanya keluarganya tidak ada makanan untuk dimakan, karena akses jalan yang menuju ke lokasi rumah terputus.
"Saat ini yang kami butuhkan itu makanan sama tempat tinggal, kami mau ke sana (tempat tinggal) tapi jalan terputus," kata Yonathan
Mengharpkan perlu di lakukan evakuasi warga yang berada di lokasi tersebut, untuk mengantisipasi banjir susulan serta membuat jalan darurat sebagai jalan alternatif untuk menghubungkan jalan trans Nabire yang saat ini terputus, namun sebelumnya harus dilakukan acara adat.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi C DPRD Mimika, Elminus B Mom mengatakan, pihaknya akan mengundang beberapa OPD terkait guna melihat masalah banjir dan penanganan warga yang terkena banjir.
"Kami akan undang dinas terkait untuk kita bicara tentang darurat banjir, bagaimana dari dinas bisa turun sesuai bidang masing-masing, baik PU, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, BPBD, Distrik Iwaka dan Distrik Kuala," kata Elminus.
Menurutnya, Untuk membuka akses bagi warga yang terisolir di wilayah PT PAL, dan sekitarnya, pemerintah harus melihat lokasi lain untuk membuka akses sementara bagi warga
"Ada beberapa alternatif yang diambil oleh pemda, jalan yang tadi itu memang ikut pinggir kali, jadi lebih baik tidak usah bikin, bagusnya buat jalan baru, jalan disana itu antar kabupaten, jadi disitu ketemu di Deiyai dan menghubungkan beberapa kabupaten, jadi berikan kesempatan kepada pemerintah untuk merencanakan membangun kembali jalan baru," terangnya.
Akibat  hujan yang mengguyur kota Timika selama sepekan lebih, mengakibatkan banjir tidak hanya didalam kota, tapi juga juga di jalan Trans Nabire yang mengalami banjir yang paling terparah.
Sekitar 2 kilo meter lebih jalan mengalami kerusakan parah, yang mana, ada satu ruas jalan yang mengalami longsor. hingga membuat warga yang hendak ke Timika harus berjalan kaki melewati aliran sungai.(tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika