Main Area

Main

Kopertis Wilayah XIV Akui Empat PTS di Timika

TIMIKA, TABUKANes.com - Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr Suriel S Mofu menegaskan ada empat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kabupaten Mimika kini diakui Kemeneterian Riset dan DIKTI melalui Kopertis Wilayah XIV. Keempat PTS itu terdaftar pada Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat.

"Empat perguruan tinggi yang saya maksudkan di Timika adalah Politeknik Amamapare Timika (PAT) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB),  Univeraitas Timika (UTI), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hermon. Jika ada PTS yang yang ada di luar itu diluar itu saya tidak tahu," kata Suriel Mofu saat ditemui di Hotel Horison Ultima, Selasa (21/2).

Untuk mengantisipasi salah memilih Perguruan Tinggi  Suriel Mofu mengimbau kepada orang tua tidak salah memilih PT di Mimika untuk melnanjutkan dtusi para putra putri mereka.  Sebaiknya memilih PTS yang diakui pemerintah saat ini yakni PTS yang dirilis Kopertid Wilayah XIV Papua dan Papua Barat. 

"Saya harap, masyarakat jangan salah pilih PT dan sekolah tinggi di Mimika.  Karena ada undang-undang melarang PT yang ilegal atau tidak sah tidak boleh dalam menyelenggarakan pendidikan," harap Suriel Mofu. 

Menurutnya bukan hanya PTS yang tidak sah yang ada di Papua, namun karena dilarang oleh  UU yang berlaku di seluruh daerah di Indonesia. Kopertis sudah merilis nama-nama PT dan sekolah tinggi yang resmi diakui pemerintah itu yang anak-anak Mimika boleh melanjutkan studi mereka ditahun ini atau ditahun depan.  

"Perguruan-perguruan tinggi yang tidak terdaftar di Kementerian Riset dan Dikti dan Kopertis Wilayah XIV tidak boleh beroperasi di Papua lebih khusus di Timika. Begitu juga PT yang ada diluar Papua tidak boleh masuk Papua dengan membuka kelas jarak jauh,"tegas Suriel Mofu. 

Salah satu contoh, ada PT yang berdiri diluar Papua namun memiliki cabang di Papua.  PT tersebut tidak dibenarkan untuk menyelenggarakan KBM di Papua dengan istilah yang sering populer dengan kelas jauh.   Apabila ditemukan hal seperti itu sebisa mungkin pengelola perguruan tinggi di Timika dapat menyampaikan hal itu ke Koopertis wilayah XIV.

"Saya kasih contoh program studi di Makasar sementara mahasiswa kuliah di Papua. Itu salah, harusnya kampusnya di Makasar berarti kuliah juga harus di sana bukan di sini. Kalau ada kejadian seperti ini harus dilaporkan kepada kita supaya dihentikan dan ijinnya dicabut, sehingga tidak ada kelas jauh," tuturnya. Kelas jauh menurut UU PT dan UU guru dan dosen sudah melarang itu.  (dzy/tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika