Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Kontingen Mappi Pimpin Perolehan Medali Emas, Hari ke-3 Pesparani se-Provinsi Papua

Kontingen Mappi Pimpin Perolehan Medali Emas, Hari ke-3 Pesparani se-Provinsi Papua/Foto: Tabukanews. com

 

WAENA, Tabukanews. com-Hingga hari ketiga pelaksanaan lomba Pesparani 1 se-Provinsi Papua di Waena Jayapura, Sabtu (16/11), kontingen dari Kabupaten Mappi secara mengejutkan memimpin perolehan medali emas.

Sementara beberapa kabupaten lainnya, termasuk Mimika hingga hari ketiga masih bertahan perolehan satu medali emas.

Ketua Panitia Pelaksana Pesparani 1, Pater Kons Bahang OFM didampingi Vikjen Keuskupan Jayapura Pater Barnabas Daryono saat dikonfirmasi media ini mengemukakan, pada perlombaan kategori lagu gregorian remaja di aula Gereja Kristus Terang Dunia Waena, Jumat (15/11), PS Kabupaten Mappi tampil sangat luar biasa.

"Suara alamnya benar-benar jernih. Menurut para juri penampilan mereka memang sangat luar biasa," puji Pater Kons. 

Pada sore harinya dalam ajang lomba mazmur dewasa, lagi-lagi peserta dari Kabupaten Mappi meraih emas.

Perolehan emas disusul kabupaten lain yakni Kabupaten Mimika meraih satu emas dari Bertutur Kitab Suci (BKS), Kabupaten Kepulauan Yapen Serui meraih emas dalam ajang lomba Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC).

"Untuk Yapen kami beri apresiasi karena mereka datang dari minoritas," ujar Pater Kons.

Selanjutnya Kabupaten Merauke meraih gold dari kategori mazmur OMK. 

Tuan rumah, Kota Jayapura, meraih emas dalam lomba Paduan Suara Wanita yang dilaksanakan Sabtu pagi di aula Gereja Kristus Terang Dunia Waena. 

"Sedangkan untuk cerdas cermat remaja (CCR) belum ada hasil karena masih dalam tahap penyisihan. Mazmur Sabtu sore," ungkapnya.

Dikatakan, untuk CCR, peserta asal Mimika langsung gugur di babak penyisihan.

Ketika ditanya tentang kendala yang dihadapi, Pater Kons menjelaskan, awal pelaksanaan koordinasi antar bidang terhambat. Namun memasuki hari berikutnya semua berjalan baik.

"Masalah lain kemacetan transportasi. Itu memang bukan masalah besar," ujarnya.

Menurut Pater Kons, sejauh ini belum ada kabupaten yg menyampaikan protes terhadap hasil yang diumumkan. Sebab hasil lomba selalu diumumkan setelah pertandingan. 

"Biasanya hasil diprotes kalau disimpan dlu, takut ada mark up angka," bebernya.

Dijelaskan, hal positif yang dirasakan yakni kebersamaan sebagai sesama katolik.

"Moment ini semua katolik Papua bertemu. Selama ini mungkin di kabupaten-kabupaten mereka sering tapi untuk tingkat propinsi baru kali ini," bebernya.

Kegiatan tersebut dibawa sub tema 'Membangun persaudaraan orang katolik Papua untuk gereja yg hidup menuju Papua yang sejahtera dan mandiri.'

Pater Kons menerangkan, perlombaan ditutup Senin (18/11) malam. Selain bagi-bagi hadiah juga ada pesta tarian-tarian serta pementasan seni. 

Pada Minggu (17/11) adalah  hari terakhir dengan 4 mata lomba yang semuanya paduan suara.

"Pesan saya kita jadikan Pesparani ini untuk merajut persaudaraan, merasa dekat satu sama lain. Bertanggungjawab bersama terhadap kehidupan gereja katolik," tukasnya.

Sementara Vikjen Keuskupan Jayapura, Pater Barnabas Daryono menjelaskan, tempat pelaksanaan Pesparani kedua nanti diputuskan dalam seminar dan musda. Isi seminar tentang pengembangan lagu etnik yang dibawakan dalam liturgi.(tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika