Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Konflik Berlarut-Larut Penyebab Petugas Tidak Bagi Kelambu Malaria di Kwamki Narama

TIMIKA, TABUKANews.com - Konflik dan pertikaian yang berlarut-larut di Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama menjadi alasan kuat dan utama bagi petugas kesehatan tidak membagi kelambu malaria di sejumlah kampung yang ada di wilayah distrik ini. 

 

"Puskesmas lain di kota sudah hampir 100 persen, kecuali Kwamki Narama, belum dibagikan ke warga  karena  konflik antara warga membuat petugas merass  tidak nyaman dan tidak aman.  Kalau yang wilayah pegunungan dan pantai memang kami belum dapat laporan dari petugas,"kata Penanggung Jawab Program Kelambu Malaria Massal  pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Usman La Alimuda,  Rabu (21/2). 

Menurt  Usman,   puskesmas lain, khususnya di wilayah kota dan sekitar Kota Timika, hampir rampung membagikan kelambu ke warga mereka masing-masing. 

Usman  La  Alimuda mengatakan,  Tim  Kementerian Kesehatan (Kemenkes), beberapa waktu lalu melakukan evaluasi Program Kelambu Malaria Massal di tiga Puskesmas  Kwamki Baru,  Wania dan Timika Jaya.  Kesimpulannya, tingkat penggunaan kelambu malaria cukup tinggi namun masih rendah dalam hal perawatannya.

"Padahal petunjuk perawatannya ada di pembungkus kelambunya, misalnya setelah dicuci tidak boleh dijemur di matahari," kata Usman.

Kabupaten Mimika jelas Usman,  mendapat jatah 112.400 buah kemlambu melalui program yang didanai Global Fund. Kelambu yang dibagikan itu berukuran panjang 190 centimeter, lebar dan tingginya 180 centimeter. Dinkes Mimika menargetkan kelambu itu terbagi dalam jangka waktu sebulan. 

Kabupaten Mimika hingga 2018 masih menjadi salah satu dari lima kabupaten di Provinsi Papua yang menjadi penyumbang kasus malaria terbesar di tingkat nasional. Hal itu jadi pertimbangan Kementerian Kesehatan mengarahkan Program Kelambu Malaria Massal di Kabupaten Mimika.  (dzy/tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika