Main Area

Main

Kodam Cenderawasih Bantah Tudingan 5 Warga di Distrik Mbua Meninggal Karena Ditembak TNI

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel CPL Eko Daryanto/ Foto: Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Kodam XVII Cendrawasih membantah keras atas tudingan meninggalnya lima warga di Distrik Mbua kabupaten Nduga akibat ditembak oleh TNI.

Hal tersebut ditegaskan Pangdam XVII Cendrawasih melalui Kepala Penerangan Kodam, Kependam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto , S.E., M.Si. Menurut Kapendam, hal itu tidak benar dan menyayangkan tudingan yang  diberitakan oleh salah satu media.

Karena menurutnya, untuk sebuah berita perlu adanya fakta-fakta dan data Forensik maupun hasil 0topsi Korban. Jadi tudingan tersebut kata Kapendam sangat tidak berdasar dan belum pasti kebenarannya,

 “Kami sangat menyayangkan tudingan dan pemberitaan salah satu media yang menyebutkan bahwa telah ditemukan 5 orang jenazah yang dikubur di Distrik Iniye Kabupaten Nduga," kata Kapendam melalui rilis yang dikeluarkan oleh Pendam XVII/Cendrawasih, Jumat (11/10).

Ia menjelaskan, media tidak harus buat suatu berita yang belum bisa dipastikan kebenaran, sehingga mengkambinghitamkan pihak keamanan. Indonesia merupakan negara hukum, apabila terjadi hal demikian yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan agar menempuh jalur hukum terkait ditemukannya 5 orang yang meninggal.

Untuk memastikan penyebab kematiannya perlu dilakukan otopsi, sehingga penyebab kematian mereka bisa diketahui.

“Jangan membuat berita yang faktanya belum dapat dipertanggung jawabkan dan Cenderung menuduh atau mengkambing hitamkan aparat. Negara Indonesia merupakan negara hukum, kalau ada kejadian seperti itu kita tempuh lewat jalur hukum, jika memang ditemukan 5 orang yang meninggal, kenapa tidak diotopsi dulu, dicari apa penyebab meninggalnya 5 orang tersebut, bukan langsung membuat tudingan seoalah-olah TNI yang melakukan penembakan atau pun pembunuhan," jelasnya.

Sementara itu, Kapendam juga menyarankan kepada keluarga korban untuk melakukan otopsi kepada korban untuk didapatkan fakta yang benar tentang penyebab meninggalnya, serta mendorong kelompok atau perorangan yang mengaku pemerhati HAM dan keadilan serta keluarga korban untuk membuat laporan secara resmi kepada pihak kepolisian.

"Langkah-langkah tersebut akan lebih terhormat dan elegance sehingga nantinya tidak menjadi isu-isu yang berdampak negatif di lingkungan masyarakat. Kita (TNI) akan mendukung sepenuhnya dan menghormati jika akan dilakukan Langkah/ Proses hukum dengan membentuk Tim Investigasi gabungan (TNI/POLRI) di Distrik Iniye Kab.Nduga,“ ungkapnya. (*Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika