Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

Klaim Produksi Turun, DPRD Minta Freeport Buka Akses Dewan Tinjau Produksi Tambang

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Yonas Magal/ Foto : Tim

TIMIKA, Tabukanews. com - Adanya pernyataan dari perwakilan PT Frepoort Indonesia pada saat rapat koordinasi antara DPRD-Forkopimda dan TNI Polri yang mengklaim bahwa produksi PT FI menurut hingga 40 persen mengundang komentar dan reaksi dari Wakil ketua I DPRD Mimika Yonas Magal.

"Adanya pengakuan bahwa produksi PT Freeport Indonesai itu menurun sampai 40 persen perlu dibuktikan secara langsung dengan mempresentasekan kepada DPRD Mimika sebagai wakil rakyat kabupaten Mimika dan memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses produksi di lokasi tambang bawah tanah. Kalau itu tidak bisa dibuktikan maka itu hanya alasan,"keluh Yonas Magal yang juga mengaku sebagai pemilik sulung Amungme kepada wartawan, Kamis (27/6).

Karena itu, Yonas menantang manajemen PT FI untuk bisa mempresentasekan produksinya kepada DPRD dan Lembaga adat apa alasan alasan produksinya menurun serta memberikan kesempatan kepada DPRD Mimika untuk melihat secara langsung lokasi tambang.

"Kalau itu tidak bisa dilakukan Frepoort maka itu hanya alasan yang tidak bisa diterima. Nyatanya banyak karyawan yang menyampaikan bahwa produksi ditambang tidak pernah berhenti bahkan pengangkutan ke kapal kapal juga tetap berjalan lalu kenapa dibilang menurun,"tanya Yonas.

Opersional  Freeport merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar yang berlokasi di kabupaten Mimika tetapi DPRD Mimika sebagai wakil rakyat Mimika sama sekali tidak pernah tahu.

"Makanya kami minta PT Freeport Indonesia untuk mengizinkan seluruh anggota DPRD Mimika untuk meninjau dan melihat langsung proses produksi emas. Padahal sejak kami menjadi anggota DPRD Mimika tak pernah diberi kesempatan untuk memantau proses produksi tambang, padahal ketika tamu siapapun datang dari pusat diberi akses dan dilayani sangat luar biasa,"tutur Yonas.

Ditambahkan Yonas, selain sebagai wakil rakyat dirinya juga merupakan anak asli gunung sebagai pemilik hak ulayat namun tak pernah sedikitpun tahu proses produksi Sumber Daya Alam yang diambil.

"Jadi jangan hanya bilang produksi turun tapi tidak mau memberikan presentasi dan membuka akses untuk kami ketahui secara terbuka,"tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Mimika Elminus B Mom dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Pemerinta, TNI-Polri dan PT FI beberapa hari lalu, meminta agar manajemen PT Freeport Indonesia bisa memfasilitasi seluruh anggota DPRD Mimika untuk melihat langsung lokasi produksi pertambangan.

"Kami dewan ingin melihat langsung proses produksi tambang di area Freeport. Jangan hanya tamu dari luar Papua yang dilayani dan diservice sementara kami sendiri DPRD sebagai lembaga yang mewakili rakyat kabupaten Mimika tidak pernah kesana,"pinta Elminus. (tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika