Main Area

Main

KKJB Mimika Tampung Puluhan Warga Pengungsi Dari Wamena

Ketua KKJB Mimika Imam Parjono didampingi pengurus KKJB/ Foto: Istimewa

Timika, Tabukanews.com - Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika menampung 34 pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang eksodus setelah terjadi kerusuhan pada tanggal 24 September 2019 lalu.

Ketua KKJB Mimika Imam Parjono kepada wartawan, di Posko KKJB Jalan Budi Utomo, Kelurahan Wania, Kabupaten Mimika, Papua  Sabtu (29/9) mengatakan para pengungsi tersebut untuk sementara ditempatkan pada Sekretariat Paguyuban Pati di Jalan Semangka, Irigasi, Kelurahan Pasar Sentral Timika.

"Untuk para pengungsi dari Jawa, tadi pagi sudah diserahkan oleh pihak TNI AU Mayor Librianus R kepada kami dari KKJB. Kemarin saat di Posko Lanud Timika, jumlahnya sebanyak 84 orang. Tadi pagi sudah berangkat ke kampung masing-masing dengan biaya sendiri sebanyak 45 orang, sisanya diserahkan kepada KKJB Mimika sebanyak 34 orang," kata Parjono.

Parjono menjelaskan, saat ini para pengungsi dari Wamena untuk sementara waktu diurus dan dirawat oleh KKJB Mimika sambil menunggu rencana pemulangan mereka ke daerah masing-masing.

Terkait rencana pemulangan para pengungsi tersebut, KKJB Mimika telah berkoordinasi dengan Komandan Lanud Yohanes Kapiyau Timika Letkol Penerbang Sugeng Sugiharto maupun dengan Pemkab di daerah asal para pengungsi tersebut.

"Komandan Lanud Timika sekarang ini masih berada di Jakarta. Beliau mengatakan pemulangan para pengungsi ini akan difasilitasi dua hingga tiga hari ke depan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab di Madura, juga disampaikan akan dipikirkan selanjutnya. Bagi kami, solusi mana yang terbaik yang terpenting warga ini bisa pulang ke daerah asalnya, sebab kami tidak punya kemampuan finansial untuk memulangkan mereka," katanya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak Lanud Timika, warga non Papua yang bermukim di Wamena masih banyak yang menginginkan segera mengungsi dari lembah baliem tersebut.

Salah seorang pengungsi Wamena, Sahrawi kepada wartawan mengakui kini terdapat ribuan warga non Papua yang mengungsi di Kantor Koramil, Kodim dan Polres Jayawijaya di Wamena sambil menunggu antrean untuk segera diberangkatkan ke luar dari Wamena.

"Yang bertahan di Wamena sekarang ini hanya pengusaha-pengusaha besar saja, kalau yang tidak punya usaha kebanyakan mau pulang semua. Banyak orang sekarang mengungsi di Kodim dan Koramil maupun Polres Jayawijaya. Bahkan warga non Papua dari Tolikara, dari Tiom juga sekarang turun semua ke Wamena karena kondisi tidak aman," kata Sahrawi yang mengaki telah bermukim di Wamena selama 11 tahun sejak 2008. (Tim).

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika