Main Area

pesparawi xiii

Main

Kibarkan Bendera Hitam, Kapal Ikan Dilarang Berlayar

 Syahbandar PPI Poumako Timika, Andi Abdul Gaffar /Foto : Tim Tabukanews. com

Timika,  TabukaNews.com – Adanya informasi prakiraan cuaca buruk dari Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG)  Kelas II B Timika,  Maka Syahbandar Pelabuhan Perikanan mengeliarkan larangan kepada seluruh kapal nelayan untuk tidak keluar mencari karena tingginya gelombang laut di Perairan Mimika. 

Hal itu dikatakan Syahbandar Pelabuhan Pendaratan Ikan (PP) Poumako, Timika, Andi Abdul Gaffar mengatakan kondisi di laut saat ini kurang aman untuk berlayar, khususnya kapal-kapal yang berukuran kecil. 

Larangan itu telah dikeluarkan sejak sabtu (8/2/20),  setelah adanya informasi dari BMKG Timika. 

“Sejak Sabtu kami belum ijinkan kapal-kapal berlayar. Karena info dari BMKG aka nada badai. Sehingga kondisi ini tidak aman,” ujarnya saat ditemui Pol Polairud Senin (10/2/2020).

Peringatan larangan itu ditandai dengan pemasangab bendera hitam, juga mendatangi para nakoda kapal dan juga dismpaikan melalui media sosial. 

“Sudah ada peringatan dan diberitahukan kepada para pengurus kapal bahwa tidak ada pelayanan ijin berlayar sampai ada informasi lanjut dari BMKG,” kata Syahbandar.

Lanjutnya, selama ini kapal ikan yang terdata dan memiliki ijin berlayar berjumlah ratusan kapal. Dimana, kapal tersebut yakni Kapal Pantura dari Jawa dan Jakarta.  

“Ada 322 kapal yang berpangkalan di Timika dan memiliki ijin untuk berlayar. Semuanya sudah diberitahukan terkait laporan cuaca dari BMKG. Jadi kami harap, kapal yang ada bisa menunda dulu keberangkatannya sampai cuaca di lautan membaik dan aman,” kata Gaffar.

Dampak cuaca buruk itupun menimpa Kapal nelayan asal Juana, Jawa Tengah, berpenumpang 42 orang KM.Remo Wijaya Sakti 02. Seluruh ABK diselamatkan oleh Papua Star. 

Kapal tersebut kandas dan menyebabkan sebagian badan kapal tenggelam. Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Gaffar mengatakan bahwa KM.Remo Wijaya Sakti 02 merupakan kapal yang baru masuk di wilayah Mimika untuk berlindung dari cuaca buruk. Naas, ombak pun menghantam kapal berpenumpang puluhan itu.

“Kapal ini baru masuk untuk berlindung, dengan kejadian kapal tenggelam ini, kapal ini terkena musibah karena berada diluar alur dan kemudian terseret ombak,” imbuhnya. (Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika