Main Area

Pelantikan dprd mimika

Main

Ketemu Menkeu, Bupati Mimika Minta Dana Kurang Bayar Segera Direalisasikan

Bupati Mimika Eltinus Omaleng (Kanan)/Foto : Istimewa

Timika, TabukaNews.com - Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta agar pemerintah pusat terutama Kementrian Keuangan segera memberikan konfirmasi terkait dana kurang bayar kepada Pemda Mimika.

Hal itu disampaikan Bupati Mimika saat mengikuti Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020 di Jakarta, Kamis (14/11). Di Jakarta.

 “Permintaan khusus kepada Kemenkeu agar dana transfer kurang bayar segere direalisasikan terhitung 2017 karena kita butuhkan fiskal yang cukup besar untuk even nasional PON dan Pesparawi," jelas Bupati

Kemudian terkait Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH PBB) pertambangan agar mengikuti alokasi pada IUPK PTFI sebesar 65 juta USD karena mengalami perubahan dari Kontrak Karya (KK) sebesar 15 juta USD. Sehingga ditegaskan Bupati, besaran bagi Kabupaten Mimika harus mengalami peningkatan juga.

Menurutnya, DBH PBB merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

"Terkait itu kami telah menyurati Kemenkeu untuk hal ini bahkan telah melakukan  pertemuan satu kali di Direktorat Dana Perimbangan Kemendagri” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Mimika ini.

Dijelaskan Bupati alokasi total dana perimbangan dari pusat untuk Tahun 2020 yang harus ditransfer ke Kabupaten Mimika sebesar Rp3 triliun lebih (Rp 3.038.743.179.750) terdiri dari

HBP/PHBP  Rp 2.164.562.526.750,; DAU Rp 637.289.579.000, DAK Rp 236.891.074.000. Fisik Rp185.054.911.000 dan Nonfisik Rp51.836.163.000.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sosialisai menyebutkan belanja negara pada tahun 2020 direncanakan sebesar Rp2.540,4 triliun. Dari keseluruhan belanja negara tersebut, Rp909,6 triliun dialokasikan untuk 87 kementerian/lembaga.

"Selain itu, ada Rp856,9 triliun anggaran transfer ke daerah dan Dana Desa," katanya.

Ia merinci alokasi dana tersebut adalah Dana Alokasi Umum (DAU) Rp427,1 triliun, Dana Bagi Hasil Rp117,6 triliun, Dana Transfer Khusus Rp202,5 triliun, Dana Insentif Daerah Rp15 triliun, Dana Otonomi Khusus dan Keistimewaan DIY Rp22,7 triliun dan Dana Desa Rp72 triliun. (tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika