Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

Kesaksian Kepala Sekolah SMPN1 Beoga yang Selamat dari Teror Penembakan KKB

Timika,TabukaNews.com - Pada Sabtu (10/4) siang sekitar pukul 15.00 WIT di tengah acara pengantaran jenazah almarhum Yonatan Renden, saksi utama sekaligus  korban yang selamat dari penembakan brutal KKB di Beoga, Kabupaten Puncak (9/4) menyampaikan kesaksiannya. 

Junaedi Arung Sulele,  Kepala Sekolah SMPN1 Beoga, Kabupaten Puncak menyampaikan rasa dukanya. Atas berpulangnya almarhum Oktavianus Rayo dan Yonathan Renden. 

"Mereka guru terbaik, mereka dari masyarakat sipil tidak ada hubungannya dengan aparat TNI-Polri. Tidak banyak orang yang mau bertahan hidup di pedalaman, hidup bersama keluarga bertahan disana di hutan," katanya.

Kesedihan sekaligus amarah terlihat dari mimik Junaedi.  "Saya mengutuk keras tindakan ini. Kami harap aparat keamanan bertindak menjaga diri dan juga menegakkan hukum yang belaku," harapnya. 

Kedua korban merupakan guru pendatang dari Toraja. Kondisi Beoga yang sulit dijangkau kendaraan menyebabkan tidak banyak orang maupun pendatang yang mau bertahan disitu. 

"Bapa Oktavianus dan Yonathan ini  mendidik anak Papua dengan setulus hati, mendidik anak-anak pedalaman Papua. Sekali lagi, Kami orang Toraja percaya dengan aparat dan kami taat hukum. Kami mohon aparat menjaga Masyarakat tanpa terkecuali, apalagi guru yg mendidik anak Papua, kami sangat sesalkan kejadian ini," tegasnya.

Dalam acara layatan tersebut, Junaidi menjelaskan kondisi mencekam saat penembakan terjadi. 

"Sebelum ada kejadian, hingga kami semua turun, situasi sudah kembali kondusif sehingga kami memutuskan untuk kembali ke Beoga. Puji tuhan Saya masih lolos, saat penembakan saya tidak lihat orang, ketika bunyi tembakan saya lari ke arah kanan, almarhum Yonatan Renden (28) ke kiri, korban sudah kena 2 kali tembakan di dada tapi masih sempat lari kemudian jatuh," bebernya.

Dijelaskan, peristiwa penembakan pertama, dirinya tidak di lokasi kejadian karena lokasi penembakan jauh dari rumah. 

Lokasi penembakan korban pertama itu di SMPN 1 Beoga, korban itu guru SD Klemabeth, tetapi karena istrinya mengajar di SMP mereka tinggal di perumahan guru SMPN 1 Beoga. Saat penembakan korban pertama Oktovianus Rayo (40) dia di kepung KKB.

"Selama ini situasi aman-aman saja, Aparat keamanan dari Koramil, Polsek dan Satgas TNI-Polri selama ini memang sudah berjaga di Beoga," tuturnya.

Pasca penembakan, situasi di atas saat ini masih siaga. Aparat TNI-Polri berjaga disekitar Kampung Bbleoga.

Informasi yang saya terima yang dibakar adalah perumahan guru dan  gedung sekolah SMA.

"Selama ini kami guru pendatang dekat dengan masyarakat asli disana," terangnya.

Dijelaskan, kedua korban  merupakan guru kontrak, almarhum Oktavianus sudah 10 tahun menjadi guru kontrak, sedangkan Yonathan dua tahun, kedua korban ini sudah berkeluarga. Oktavianus bersama tinggal di Beoga, sedangkan Yonatan Anak istrinya di Toraja. Total ada 11 orang guru pendatang, sebagian mengungsi di Koramil.

Menurut Junaidi bahwa tidak banyak pendatang di wilayah Beoga, hanya para guru saja. 

Mengenai informasi yang menyatakan dirinys diculik tidak sepenuhnya benar. Saat terjadi penembakan, dirinya bersembunyi di rumah warga. Ketika aparat TNI-Polri yang mengevakuasi jenazah lewat didekat persembunyiannya, dirinya keluar dan ikut mengamankan diri di Koramil. (Dzy)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika