Main Area

Main

Kemenaker Minta Tingkatkan Kepatuhan Dalam Menerapkan Norma Hukum Ketenagakerjaan

Asisten Setda  Buka Kegiatan talk show yang digelar oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (25/9)/Foto:Tim

Timika,TabukaNews.Com-Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) meminta perusahaan tingkatkan kepatuhan dalam menerapkan norma hukum ketenagakerjaan di lingkungan kerjanya.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan talk show yang digelar oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (25/9).

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan wilayah Banuspa (Bali, Nusa Tenggara dan Papua) dengan Kader Norma Ketenagakerjaan (KNK) Provinsi Papua.

Asisten 3 Bidang Administrasi dan Umum,I Nyoman Putu Arka yang membuka kegiatan dalam sambutannya,menyampaikan,bahwa kepatuhan terhadap norma kerja oleh stakeholder ketenagakerjaan memiliki peranan besar.

"Ini sebagai upaya mewujudkan kerja layak  dengan perspektif dari masing-masing stakeholder,"ungkapnya.

Menurutnya,bahwa kegiatan Talkshow ini akan memberikan kesempatan besar untuk membahas mengenai kebijakan baru yang sedang dikembangkan.

"Ini guna mengurangi risiko ketidakpatuhan, berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta meningkatkan keefektifan pengawasan ketenagakerjaan seraya memastikan perlindungan bagi pekerja,”ungkapnya.

Disampaikannya,untuk peningkatan tingkat kepatuhan perusahaan dalam menerapkan norma ketenagakerjaan di lingkungan kerjanya itu pemerintah terus mendorong.

"Ini menjadi salah satu indikator pemerintah serius,"ungkapnya.

Lanjutnya,salah satu upaya yang telah dan akan terus dilakukan adalah penguatan dan sinkronisasi kerja Pemerintah Pusat dan daerah.

Sementara, Deputi Direktur Wilayah Banuspa,Muhammad Yamin Pahlevi,menyampaikan,bahwa adanya kerja sama tersebut, perusahaan bisa patuh dan melaporkan tenaga pekerjanya yang sebenarnya. 

"Kami juga apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika karena kurang lebih seminggu bersama DPRD Mimika di Jakarta melakukan pertemuan dalam rangka membahas proses pembentukan Perda,"ungkapnya.

Ia juga berharap dibulan Oktober Perda terbit yang merupakan pertanda negara betul-betul terwujud hadir di Mimika.

"Dengan Perda itu kepesertaan mereka betul-betul dijamin, karena didalam Perda itu salah satunya program non ASN, desa, pekerja-pekerja lainnya,"harapnya.

Disampaikannya,dalam Perda ada satu kelebihan yakni perusahan-perusahan CSR nya sebagiannya diberikan kepada peserta.Sehingga kehadiran didalam kegiatan tersebut adalah bukti negara benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melindungi tenaga kerja.

Sedangkan,EVP Human Resources & Security PTFI, Achmad Didi Ardianto ,menyampaikan,bahwa norma ketenagakerjaan itu adalah panggilan jiwa.Sehingga pekerja di lingkungan perusahaan harus mengetahui tenaga kerjanya ada yang mengalami kecelakaan. 

“Mari kita sepakat jadikan ini tonggak Kabupaten Mimika mengedepankan penegakkan norma-norma ketenagakerjaan,"ungkapnya.

Terakhir, Plt Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker RI,Brigjen Pol M Iswandi Hari 

mengatakan, bahwa kaitan dengan norma K3 dan kalau mengikuti aturan yang ada maka kecelakaan atau resiko bisa diperkecil, namun apabila lengah maka kecelakaan kerja akan tinggi. 

"Tingkat kepatuhan dari perusahaan di Mimika saya lihat ini fenomena baru KNK sangat luar biasa,dimana jumlah KNK 1.300 lebih seluruh Indonesia,”ungkapnya. (Tim)

2019 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika