Main Area

Main

Kemenag Rencana Buka Agenda Dialog Lintas Agama

TIMIKA, TABUKANews.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mimika merencana akan membuka agenda dialog antar dan lintas agama di Kabupaten Mimika pada tahun ini. Dialog untuk memupuk persatuan, kebersamaan, persaudaraan sebagai sesama warga bangsa dan sesama warga yang hidup dan menetap di Kabupaten Mimika. Dialog ini ini juga sebagai bagian pembinaan dan pendampingan Kemenag terhadap lembaga-lembaga keagamaan dan masyarakat agam di Kabupaten Mimika.

“Pembinaan terhadap lembaga dan tokoh agama di sini akan kita mulai dengan dialog lintas agama, lintas tokoh agama. Akan kita kemas dalam bentuk coffee morning (Kopi pagi bersama) dnegan menghadirkan tokoh-tokoh agama, lembaga-lembaga keagamaan dan pemerhati-pemerhati keagamaan di Kabupaten Mimika. Dalam dialog ini para tokoh agama dengan bebas menyampaikan aspirasi, mendengarkan keluhan dan kesulitan sesama, bagaimana secara bersama-sama menyelesaikan problem internal dan antar agama. Dengan tujuan sedini mungkin kita bisa menepis isu-isu yang tidak benar yang mengemuka di masyarakat dan menyelesaikan problema bersama,”kata Kepala Kantor Kemenag Timika, Utler Adrianus, SE kepada wartawan di ruang kerja, Kamis (1/2)

Utler Adrianus mengatakan, dialog direncanakan akan diadakan sebelum hari raya keagamaan pada semua agama yang ada di Kabupaten Mimika.  Dialog bisa dikemas lebih santai, santun, sopan, ada jalan keluar bersama, serta terbuka untuk mendengarkan kesulitan dan hambatan serta tantangan yang dialami oleh para tokoh agama dalam menjalankan tugas dan fungis mereka masing-masing dalam melayani umat mereka.  

Dialog lintas agama juga diharapkan ini, dapat mendekatkan dan menyelesaikan persoalan-persoalan atau kebuntuan-kebuntuan yang terjadi di masing-masing lembaga keagamaan yang terjadi di Kabupaten Mimika. Artinya melalui dialog ini semua tokoh agama mencari formula terbaik untuk merekatkan hubungan, persatuan, saling menghormati, menghargai satu dengan lain dan jika ada masalah mari dipecahkan bersama jika itu bisa dilakukan. 

Walaupun ada perbedaan, kata Utler, pihak Kemenag berharap dengan adanya peran tokoh agama, umat beragama di Kabupaten Mimika sehingga  tetap bergandengan tangan membangun Mimika dengan semangat Eme Neme Yauware. 

Saat ini bertepatan dengan tahun politik, tahu pilkada dan tahun depan sudah masuk dengan pileg dan pilres, jadi  perbedaan paham politik, perbedaan pilihan dan perbedaan tujuan kedepan itu hal biasa dan wajar dalamk kehidupan berbangsa dan bernegara.  Perbedaan tidak boleh menimbulkan perpecahan umat, tapi harus jadi perekat kebersamaan untuk membangun bangsa dan daerah ini. 

Perbedaan memperkaya dan menguatkan umat beragama di Kabupaten Mimika untuk bersatu, bersama sebagai saudara dalam semangat Eme Neme Yauware.   

Peran Pemerintah Daerah (Pemda) terang Utler Adrianus dapat menjaga kerukunan, ketentraman, keutuhan dan kebersamaan, persatuan umat beragama sesuai dengan ketentuan SK Bersama Kedua Menteri Nomor 98 Tahun 2006. 

“Kita sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah daerah harus  maksimalkan apa yang menjadi cita-cita luhur bangsa yakni terus merangkai kebersamaan, persatuan dan hilangkan perbedaan dalam semua aspek,” terang Utler Adrianus. 

Lembaga Keagamaan  jelas Ulter Adrianus, secara yuridis berada dibawah Kementerian Agama baik pembinaanya dari sisi regulasi dan lain-lain. Namun, secara otonom lembaga gereja, lembaga agama Islam ataupun pimpinan agama masing-masing silahkan menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan umat dan perekat bangsa sesuai dengan kekhasan agamanya masing-masing. 

“Peran pemerintah memberikan pendampingan, pembinaan sehingga ada  kenyaman, kesejukan, persatuan diantara sesama umat beragama. Pemerintah  mengimbau agar masing-masing agama menjaga kerukunan intern umat beragama dan antar umat beragama,” jelas dia. (tim)

2018 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika